Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kelembagaan Ekonomi Petani di Kabupaten Barito Kuala

Noviannoor Firdaus, Luthfi Fatah, Muhammad Husaini

Abstract


Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) merupakan instrumen strategis dalam pemberdayaan ekonomi petani melalui konsolidasi sumber daya secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, namun perkembangannya di Kabupaten Barito Kuala sebagai lumbung pangan utama Kalimantan Selatan masih jauh dari optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat perkembangan KEP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Februari 2026 menggunakan metode survei terhadap 72 KEP yang terdiri dari 32 KEP berkembang dan 40 KEP tidak berkembang, dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dari populasi 242 KEP. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan indeks komposit min-max normalization dan inferensia melalui regresi logistik biner pada enam variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan indeks kumulatif perkembangan KEP sebesar 0,47 yang masuk kategori kurang berkembang, dengan komponen perkembangan omzet mencapai indeks terendah sebesar 0,35. Empat faktor terbukti berpengaruh signifikan terhadap probabilitas perkembangan KEP, yaitu aktor penggerak aktif (OR=2,434), jaringan kerjasama bisnis (OR=2,864), kaderisasi pengelola (OR=1,785), dan inovasi berkelanjutan (OR=1,870); sedangkan dukungan otoritas dan pendampingan penyuluh tidak berpengaruh signifikan. Model menjelaskan 65,9 persen variabilitas perkembangan KEP dengan ketepatan klasifikasi 81,9 persen. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan teori kelembagaan ekonomi pedesaan dengan menegaskan bahwa transformasi KEP menuju korporasi petani lebih ditentukan oleh kekuatan internal kelembagaan dan jaringan bisnis dibandingkan intervensi eksternal yang bersifat parsial.

Keywords


kelembagaan ekonomi petani, korporasi petani, regresi logistik, indeks perkembangan, Barito Kuala

References


Agresti, Alan. (2018). An introduction to categorical data analysis. John Wiley & Sons.

Badan Ketahanan Pangan. (2021). Indeks ketahanan pangan Indonesia 2020. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2023). Hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 — Tahap I. Jakarta: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. https://sensus.bps.go.id/main/index/st2023

BSIP Kalimantan Selatan. (2023). Identifikasi standar instrumen pertanian komoditas jeruk siam banjar. Banjarbaru: Balai Standardisasi Instrumen Pertanian Kalimantan Selatan, Kementerian Pertanian.

Bin, L., Chengli, T., Guohua, Z., Qiuhong, L., & Chun, Y. (2024). Spatial distribution, influencing factors and innovative development countermeasures of farmer cooperatives in Hunan Province, China. Scientific Reports, 14(1), 11308.

Cochran, W. G. (1977). Sampling techniques. john wiley & sons.

Effendy, L. (2020). Model pengembangan kelembagaan petani menuju kelembagaan ekonomi petani di Kecamatan Sindangkasih Ciamis. Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo, 6(1), 38–47.

Fatah, L., Heiriyani, T., & Fajeri, H. (2022). Wetland farmer’s adoption stage of agribusiness system in Hulu Sungai Selatan Regency, Indonesia. International Journal of Biosciences, 21(6), 307–315. https://doi.org/10.12692/ijb/21.6.307-315

Fatah, L., Heiriyani, T., & Husaini, M. (2024). Factors affecting farmer empowerment in rice marketing. International Journal of Biosciences, 24(2), 77–88. https://doi.org/10.12692/ijb/24.2.77-88

Haryanto, Y., Rusmono, M., & Purboingtyas, T. P. (2022). Analisis Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani pada Komunitas Petani Padi di Lokasi Food Estate. Jurnal Penyuluhan, 18(2).

Hasanah, L. N., Fatah, L., Bachri, A. A., & Susanti, H. (2023). Marketing vulnerability of shallot farming in Tapin Regency, South Kalimantan, Indonesia. Journal of Biology, Agriculture and Healthcare, 13(4), 27–33. https://doi.org/10.7176/JBAH/13-4-04

Hosmer Jr, D. W., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. X. (2013). Applied logistic regression. John Wiley & Sons.

Jamaludin, A., & Pambudy, R. (2025). Transformasi Kelembagaan Pertanian melalui Korporasi Petani: Dampak Pengembangan Korporasi Petani terhadap Kinerja Usahatani: Transforming Agricultural Institutions through Corporate Farming: Assessing the Impact on Farm Performance.

Kementerian Pertanian. (2018). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18/Permentan/RC.040/4/2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kementerian Pertanian. (2016). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Maria, H., Fattah, L., & Azis, Y. (2022). Level of community participation in community-based urban farming development in Banjarbaru City, Indonesia. European Journal of Agriculture and Food Sciences, 4(5), 1–6.

Noeng, S., Windari, W., & Nurlaili, N. (2019). Strategi Penumbuhan Kelembagaan Ekonomi Petani di Kecamatan Junrejo Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan Pembangunan, 1(1), 71–80.

Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Siregar, A. P., O’Donoghue, C., & Whay, B. (2025). Integration effects on agricultural cooperative performance: A study case in Java Island, Indonesia. Journal of Cleaner Production, 528, 146737.

Sitorus, R. (2024). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Petani Milenial. Jurnal Penyuluhan, 20(1).

Syafruddin, S. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kapasitas Petani Milenial Dalam Upaya Percepatan Regenerasi Petani Di Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu. Jurnal Pertanian Terpadu, 12(1), 45–58.

Toiba, H., Rahman, M. S., Hartono, R., & Retnoningsih, D. (2024). Improving dairy farmers’ welfare in Indonesia: Does cooperative membership matter? Annals of Public and Cooperative Economics, 95(4), 1003–1019.

Ton, G., Vellema, W., Desiere, S., Weituschat, S., & D’Haese, M. (2018). Contract farming for improving smallholder incomes: What can we learn from effectiveness studies? World Development, 104, 46–64.

Wardani, W., & Anwarudin, O. (2018). Peran penyuluh terhadap penguatan kelompok tani dan regenerasi petani di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Journal TABARO Agriculture Science, 2(1), 191–200.

Wardhana, D., Ihle, R., & Heijman, W. (2020). Farmer cooperation in agro‐clusters: Evidence from Indonesia. Agribusiness, 36(4), 725–750.

Wardhiani, W. F., Karyani, T., Setiawan, I., & Rustidja, E. S. (2023). The impact of capability on cooperative performance and sustainability: a case study of west java coffee farmers cooperatives. International Journal of Business, Economics, and Social Development, 4(2), 107–111.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ma.v12i2.24592

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Noviannoor Firdaus, Luthfi Fatah, Muhammad Husaini

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________________________________

Diterbitkan Oleh :

Fakultas Pertanian Universitas Galuh

Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274

Telepon: 0265-7602739

Email: mimbaragribisnis@gmail.com

 

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 __________________________________________________________________________________

Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis diindeks oleh: