Wabah Penyakit Ternak di Bekasi Masa Hindia Belanda (1880-1908)

Muhammad Mulky Al Haramein

Abstract

Wabah penyakit ternak merupakan salah satu permasalahan serius yang mempengaruhi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat agraris di Jawa pada masa kolonial, termasuk di wilayah Bekasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis jenis wabah penyakit ternak yang terjadi di Bekasi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 (1880-1908), pola penyebarannya, serta respons pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap wabah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama penelitian berasal dari surat kabar kolonial sezaman yang memuat laporan resmi dan pemberitaan lapangan mengenai wabah penyakit ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekasi merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap wabah penyakit ternak seperti veepest (runderpest), antraks, penyakit mulut dan kuku, penyakit “ngorok”, dan Septichaemia Epizootica. Kerentanan tersebut berkaitan dengan intensitas lalu lintas ternak, keberadaan partikel tanah dan perkebunan, serta ketergantungan pada tenaga masyarakat hewan. Kebijakan kolonial berupa isolasi, penutupan wilayah, dan pemusnahan ternak sering kali menimbulkan dampak sosial-ekonomi, terutama akibat lemahnya mekanisme ganti rugi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa wabah penyakit ternak tidak hanya mencerminkan masalah kesehatan hewan, tetapi juga menampilkan hubungan kekuasaan kolonial dan kerentanan struktural masyarakat pedesaan di Bekasi. 

Keywords

Wabah Penyakit Ternak, Bekasi, Hindia Belanda, Kebijakan Kolonial.

Full Text:

PDF

References

Bataviaasch Handelsblad. (1880, August 31). Vervolg op het voorkomende in de Javasche Courant van 20 dezer no. 58. W. Bruining.

Bataviaasch Handelsblad. (1885a, July 4). Brichten uit de Javasche Courant. W. Bruining.

Bataviaasch Handelsblad. (1885b, September 1). Brichten uit de Javasche Ct. W. Bruining.

De Locomotief. (1883, November 12). Verspreide Indische berichten. De Groot, Kolff & Co.

De Locomotief: Semarangsch Handels-en Advertentie-Blad. (1899, May 23). Officieele Berichten. De Groot, Kolff & Co.

De Locomotief: Semarangsch Handels-en Advertentie-Blad. (1901, July 23). Veeziekte. De Groot, Kolff & Co.

De Preange-Bode. (1908, September 22). Veeziekte. J.R de Vries & Co.

De Standaard. (1880, August 27). Koloniën. H. de Hoog Hen Co.

Delpher.nl. (2013). Historische Nederlandse Kranten, Boeken en Tijdscriften . Nationale Bibliotheek: The National Library of Netherlands. www.delpher.nl

Gde Sri Astiti, L. (2010). Petunjuk Praktis Manajemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada ternak Sapi. Kementerian Pertanian: Balai Pengkajian Teknologi Peternakan Nusa Tenggara Barat.

Gian Gianggi Pratama, M., Pramudya, D., & Cahya Endrawati, Y. (2020). Sosialisasi Penyakit Hewan Ternak dan Penanggulangannya di Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(4).

Grehenson, G. (2023, December 21). Guru Besar UGM Paparkan Penyebab Wabah PMK Kembali Muncul Setelah 32 Tahun. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-paparkan-penyebab-wabah-pmk-kembali-muncul-setelah-32-tahun/

Het Vaderland. (1882, February 23). Veeziekte. M. Najhoff & C.A. van Reyn.

Het Vaderland. (1908, October 23). Veeziekte. M. Nijhoff & C.A. van Reyn.

Java-Bode: Nieuws. (1883a, November 9). Nederlandsch-Indie. Bruining.

Java-Bode: Nieuws. (1885, July 4). Nederlandsch-Indië. Bruining.

Java-Bode: Nieuws, handels-en advententieblad voor N.-I. (1880, July 14). Onbevoegd Verklaring op Grong van Art. 110 R. O. Uitstraak Omteent de Kosten. Bruining.

Java-Bode: Nieuws, handels-en advententieblad voor N.-I. (1883b, May 30). Nederlandsch-Indie. Bruining.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular (PHM) Seri Pnyekit Anthrax. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Landbouw-courant. (1880, August 29). Gemengde Berigten; Aanteekeningen enz. Plaats van Uitgave.

Landbouw-courant. (1883, July 12). Gemengde Berigten; Aanteekeningen enz. G.j. Thiem & Plaats van Uitgave.

Madjid, M. D., & Wahyudi, J. (2014). Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar. Kencana.

Nia Setiawati, E. (2025, December 9). Penyakit Septicaemia Epizootika Pada Ruminansia Dan Upaya Pencegahannya. Kementerian Pertanian RI, BPPSDM Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara. https://bbpkhcinagara.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/penyakit--septicaemia-epizootika-pada-ruminansia--dan-upaya--pencegahannya

Rotterdamsch Nieuwsblad. (1885, August 14). Kolonien. A.W. Sijthoff.

Triyanto Ramadhan, D., & Santi Muji Utami, C. (2025). The Spread of Foot and Mouth Disease on Livestock in the Ex Semarang Residency 1981-1986. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora, 9(3).

Van Roosbroeck, F. (2016). Discussie, Statistiek en Standaard-formulieren: de Veepest in de Oostenrijkse Nederlanden en haar Bronnen (1769–1785). Tijd-Schrift, 6(2). https://histories.be/wp-content/uploads/2020/12/TS2016_2_3_Veepest.pdf

Van Sandick, R. A. (1893). Leed en Lief uit Bantam (2nd ed.). WJ Thieme.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.