EKSISTENSI PEDAGANG ASONGAN DI LOKASI OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN

Yadi Kusmayadi

Abstract


Hasil Penelitian ini secara garis besar dapat disimpulkan bahwa para pedagang asongan kebanyakan mereka berasal dari penduduk yang ada di sekitar wilayah pantai Pangandaran mereka tergabung dalam sebuah wadah yang bernama Paguyuban Pedagang Aksesoris Pangandaran (PPAP) dengan tujuan agar terjalin solidaritas diantara para pedagang asongan. Jenis dagangan yang mereka pasarkan bervariasi mulai dari oleh-oleh berupa souvenir ciri khas pantai Pangandaran, makanan yang sudah jadi sampai pada jenis-jenis ikan yang berasal dari laut. Melalui wadah PPAP (Paguyuban Pedagang Aksesoris Pangandaran) dan HPAP (Himpunan Pedagang Asin Pangandaran) telah memberikan kontribusi kesejahteraan bagi para pedagang asongan utamanya dalam pemberian modal untuk berdagang, sehingga mereka bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan anak-anaknya bersekolah. Keberadaan pedagang asongan telah meramaikan wilayah Pangandaran dengan menjajakan dagangannya kepada para wisatawan yang memerlukan oleh-oleh dari Pangandaran, mereka mendatangi para wisatawan utamanya ke penginapan dikala mereka sedang nyantai beristirahat sehingga terjalin hubungan baik diantara mereka. Pemerintah setempat berupaya menertibkan para pedagang asongan ini agar tertib tidak merusak suasana kenyamanan para wisatawan melalui penyuluhan yang insidental mereka lakukan. Adapun manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan adanya upaya dari aparat pemerintah setempat agar memberikan bantuan rutin kepada PPAP dn HPAP serta melakukan penyuluhan secara rutin kepada para pedagang asongan agar mereka dalam menjajakan barang dagangannya secara baik dan membuat nyaman para pembeli dalam hal ini para wisatawan di Pangandaran.

Kata Kunci: Pedagang Asongan, Paguyuban dan Sosial Ekonomi


ABSTRACT
This research result marginally inferential that tradesmans asongan majority they come from citizen exist in around coast area Pangandaran they be  merged into a container that named accesories tradesman society Pangandaran with a purpose to so that intertwin solidarity between tradesmans asongan. Merchandise kind whom they market to vary to begin from souvenir shaped souvenir coast individuality Pangandaran, food that ready made come up with fish kinds that come from sea. Pass container Accesories Tradesman Society Pangandaran and Salty Tradesman Collection Pangandaran give welfare contribution to all tradesman asongan predominantly in capital gift to trade, so that they can earn life to fulfill family alive need and the children goes. Tradesman existence asongan enliven area pangandaran with peddle the merchandise to tourists that need souvenir from pangandaran, they are visiting tourists predominantly to when are they nyantai taking so that intertwining good connection between they. Local government copes to put in order tradesmans asongan this so that orderly doesn't botch freshment atmosphere tourists passes elucidation insidental they do. As to benefit from this research result is efforts existence supposed from local government apparatus so that give routine aid to ppap dn hpap with does elucidation routinely to tradesmans asongan so that they are in peddle the merchandise goods well and make pleasant purchases in this case tourists at Pangandaran.

Keywords: Hawkers, Society and Social Economy

Full Text:

PDF INDONESIA

References


Acep Iwan Saidi. 2005. Ciamis Selatan bukan hanya Pangandaran. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 2004. Rencana Strategik (Renstra) Tahun 2004-2009. Ciamis.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 2005. Pesona Wisata Kabupaten Ciamis. Ciamis.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 2005. Bahan Expose. Ciamis.

Euis Thresnawaty S. 2004. Wisata Sejarah di Kabupaten Ciamis (Studi Perkembangan Wisata Sejarah di Kabupaten Ciamis). Bandung Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata dan Pariwisata Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Gamal Suwantoro. 1997. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Ismaun. 1984. Pengantar Ilmu Sejarah (Diklat Kuliah). Bandung: IKIP Bandung.

I Gede Pitana dan Putu G. Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Denpasar: Andi.

Kusdianto Hadinoto. 1996. Perencanaan Pengembangan Distinasi Pariwisata. Jakarta : Universitas Indonesia.

Oka A. Yoeti. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.

--------. 1995. Tours and Travel Managemen. Jakarta: Pradnya Paramita

Sihite, Richard. 2000 Tourism Industry, (Kepariwisataan). Surabaya: SIC Surabaya.

Syamsuridjal. 1986. Pariwisata dan Kesehatan (Petunjuk Berwisata Secara Hemat dan Sehat). Jakarta: Media Aesculapius Jakarta.

Tim. 1989. Pendidikan Kepariwisataan. Solo: CV. Aneka

Yatim Riyanto. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan Suatu Tujuan Dasar. Surabaya: SIC Surabaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v2i2.1067

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Terakreditasi Peringkat 4 based on Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. SK : 23/E/KPT/2019 tentang Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah periode 4 tahun 2019