EKSISTENSI PELABUHAN KALIPUCANG SEBAGAI SALAH SATU JALUR ALTERNATIF PENYEBERANGAN JAWA BARAT - JAWA TENGAH

Sudarto Sudarto

Abstract


Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Pelabuhan Penyeberangan Kalipucang dibangun melalui Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 176 tahun 1986, pembangunan tersebut dilatarbelakangi oleh perlunya sarana transportasi air terhadap masyarakat Kalipucang untuk menyeberang ke daerah Laguna Segara Anakan Jawa Tengah begitupun sebaliknya. Selain digunakan oleh masyarakat kedua daerah tersebut, Pelabuhan Penyeberangan Kalipucang juga digunakan sebagai alternative bagi wisatawan asing dan local untuk berwisata bahari ke daerah Laguna Segara Anakan dan sekitarnya. Dampak sosial dari pendirian Pelabuhan Penyeberangan Kalipucang bergeraknya kegiatan masyarakat baik di Kalipucang maupun daerah seberang sungai Citanduy khususnya di Laguna Segara Anakan Jawa Tengah untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Dampak ekonomi bagi masyarakat kedua daerah tersebut yaitu sebagai jalur utama keluar-masuknya bahan-bahan pokok seperti sayur-mayur, ikan dan kebutuhan lainnya. Kesimpulan dari uraian di atas yang dapat ditarik oleh penulis, dimana pembangunan memang penting, namun harus doperhatikan dampak dari pembangunan tersebut terhadap masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.

Kata Kunci: Pelabuhan Kalipucang, Objek Wisata dan Sosial-Ekonomi


ABSTRACT
In this study concluded that the Port Crossing Kalipucang built through the Minister of Transportation number KM 176 in 1986, the construction is motivated by the need to transport water to the community Kalipucang to cross over to Chicks Segara Laguna area of Central Java and vice versa. Besides being used by people of both the regions, the Port Crossing Kalipucang also be used as an alternative for local and foreign tourists to travel to the local marine lagoon and surrounding Segara Chicks. The social impact of the establishment of the Port Crossing Kalipucang activity movement both in the community and the area across the river Kalipucang Citanduy especially in Laguna Segara Puppies Central Java to perform daily activities. Economic impact for the people of both the regions as the main exit-entry point staples such as vegetables, fish and other needs. Conclusions from the above description that can be drawn by the author, where development is important, but should doperhatikan impact of these developments on society, both socially and economically.

Keywords: Kalipucang harbor, attractions and Socio-Economic

Full Text:

PDF INDONESIA

References


Budiman, Arif. 1995. Teori Pembangunan Dunia Ketiga, Gramedia Pustaka, Jakarta.

Kartodirdjo, Sartono. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara Baru, Jakarta.

K. Morlok, Edward. 1984. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Erlangga, Jakarta.

Maryono, Agus. 2007. Eko-Hidraulik Pembangunan Sungai, Program Magister Sistem Teknik Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.

Nugroho, Iwan dan Dahuri, Rokmin. 2012. Pembangunan Wilayah, LP3ES, Jakarta.

_____. Profile Pelabuhan Santolo, (1992)

Satori, Djam’an. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif, Alfabeta, Bandung.

Triatmodjo, Bambang. 2009. Perecanaan Pelabuhan, Beta Offset, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v2i2.1068

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Terakreditasi Peringkat 4 based on Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. SK : 23/E/KPT/2019 tentang Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah periode 4 tahun 2019