IMPLEMENTASI UPACARA ADAT NYANGKU DI SITUS SITU LENGKONG PANJALU

Krisna Sujaya

Abstract


Masyarakat di wilayah Panjalu, memiliki upacara adat setempat yang menjadi identitas masyarakat panjalu itu sendiri. Salah satu upacara adat yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Panjalu yaitu Upacara Adat Nyangku. Upacara Adat Nyangku adalah sebuah instrumen yang dipakai oleh nenek moyang masyarakat panjalu dalam mensiarkan agama islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Barang-barang yang di bersihkan ketika prosesi upacara adat nyangku yaitu: 1) Pedang, sebagai senjata yang digunkan sebagai sarana untuk penjagaan diri ketika menyebarkan agama islam, 2) Cis, merupakan tombak sebagai senjata yang digunkan sebagai sarana untuk penjagaan diri ketika menyebarkan agama islam, 3) Keris komando, bekas senjata yang digunakan raja panjalu sebagai alat komando dalam pemerintahan di kerajaan Panjalu, 4) Keris, merupakan pegangan atau koleksi para bupati panjalu terdahulu, 5) Pancaworo, merupakan alat yang digunakan sebagai senjata perang zaman dahulu, 6) Bangreng, merupakan alat yang digunakan sebagai senjata perang zaman dahulu, 7) Gong kecil, merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan rakyat pada zaman dahulu. Selanjutnya di hari yang ditentukan, ketika Upacara Adat Nyangku siap untuk dilaksanakan, ada syarat khusus yang harus di patuhi yaitu 1) Cara Berpakaian, 2) Tata Cara Kirab Benda-benda peninggalan Kerajaan Panjalu. Apabila di analisis lebih lanjut, pada dasarnya tidak semua benda peninggalan di bersihkan ketika prosesi Upacara Adat Nyangku. Benda-benda peninggalan yang lain biasanya dibersihkan besok harinya. Hal yang demikian tersebut bertujuan agar prosesi Upacara Adat Nyangku berjalan efektif tanpa memakan waktu yang lama. Benda peningalan yang dibersihkan ketika prosesi Upacara Adat Nyangku hanya benda peninggalan asli Kerajaan Panjalu saja yaitu: 1) Pedang, 2) Keris Komando

Abstract

Communities in the Panjalu region have local traditional ceremonies which become the identity of the panjalu community itself. One of the traditional ceremonies which is guarded and preserved by the Panjalu community is the Nyangku Traditional Ceremony. Nyangku Traditional Ceremony is an instrument used by the ancestors of the panjalu community in promoting Islam. This study uses a qualitative descriptive research method. The items that were cleaned during the procession of the Nyangku traditional ceremony, namely: 1) The sword, as a weapon used as a means of self-defense when spreading Islam, 2) Cis, was a spear as a weapon used as a means of self-defense when spreading Islam , 3) Keris command, former weapons used by king Panjalu as a command tool in the government in the kingdom of Panjalu, 4) Keris, is the handle or collection of the previous long-time regents, 5) Pancaworo, a tool used as an ancient weapon of war, 6) Bangreng, a tool used as an ancient war weapon, 7) Small Gong, is a tool used to gather people in ancient times. Furthermore, on the appointed day, when the Nyangku Traditional Ceremony is ready to be carried out, there are special conditions that must be obeyed, namely 1) How to dress, 2) Procedure for Kirab Heritage objects of Panjalu Kingdom. If further analyzed, basically not all relics are cleared during the procession of my Nyangku Traditional Ceremony. Other relics are usually cleaned tomorrow. This is intended to make the Nyangku Traditional Ceremony process effective without taking a long time. Restored objects that are cleaned during the procession of the Nyangku Traditional Ceremony are only the original relics of the Panjalu Kingdom, namely: 1) Swords, 2) Keris Komando

Keywords


Upacara Adat; Nyangku; Upacara Adat Nyangku

Full Text:

PDF

References


Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Sosiologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Rostiati, A, dkk. (1995). Fungsi Upacara Tradisional Bagi Masyarakat Pendukung-nya. Bandung: Depdikbud, Dirjen Sejarah dan Nilai Tradisional/Proyek Penelitian, Pengkajian, dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Barat

Setiawan, Guntur. 2004. Impelemtasi dalam Birokrasi Pembangunan. Jakarta: Balai Pustaka

Udin S. Winaputra. M. A. dkk. . 2007. Materi dan Pembelajaran IPS. Jakarta: Universal Terbuka.

Usman, Nurdin. 2002. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta: Grasindo




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v5i2.1935

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Terakreditasi Peringkat 4 based on Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. SK : 23/E/KPT/2019 tentang Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah periode 4 tahun 2019