TRADISI OROM SASADU DALAM SUKU SAHU TALAI DI WORAT-WORAT

Gomer Rionaldo Sipondak, Jamin Safi, Suharlin Ode Bau

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang tradisi orom sasadu di Desa Worat-Worat, prosesi tradisi orom sasadu suku Sahu Talai di Desa Worat-worat, serta makna dan nilai tradisi orom sasadu dalam suku Sahu di Desa Worat-Worat. Metode yang duganakan adalah metode kualitatif tipe fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwaprosesi upacara adat yang dilaksanakn pada masa ini juga memberi kesan kepada masyrakat Worat-Worat untuk selalu bersyukur atas hasil alam tersebut dalam prosesi upacara adat sehingga prosesi ritual adat orom sasadu patut dilestarikan. Prosesi ritual adat orom sasadu meliputi masa persiapan, yaitu dilaksanakan pertemuan-pertemuan adat antara masyarakat, kepala desa serta perangkat adat untuk membahas waktu pelaksanaan tradisi ritual adat orom sasadu. Pembukaan yakni menggantungkan kain putih berbentuk segi tiga mengelilingi sasadu dan pengibaran bendera induk. Pelaksanaan, yaitu makan secara bersama-sama sebagai wujud ucupan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang ada. Serta penutupan, yakni penurunan bendera induk (paji) di bumbungan rumah adat dan melepaskan kain putih yang berbentuk segi tiga dengan dilepaskannya kain putih berbentuk segi tiga yang digantung mengililingi sasadu, maka acara makan bersama di rumah adat atau orom sasadu dinyatakan berakhir dan masyarakat suku Sahu kembali ke kegiatan rutin keseharian mereka. Melalui orom sasadu, masyarakat Worat-worat juga diajarkan untuk memaknai hubungannya dengan lingkungan alam sekitar, hubungan sesama manusia, dan relasi deng yang Maha Kuasa. Nilai yang terkandung dalam tradisi orom sasadu yakni nilai sosial, nilai moral, nilai kebersamaan atau gotong royong, dan nilai religius. Tradisi orom sasadu perlu dilestarikan karena dibalik prosesi upacara adat tersebut tersimpan makna dan nilai yang baik.

Keywords


Tradisi orom sasadu; Suku Sahu Talai; Worat-Worat

References


Fathoni, Abdurrahmat. (2006). Antropologi Sosial Budaya Suatu Pengantar. Jakarta: Reneka Cipta.

Hikmansyah. (2016). Bentuk Dan Fungsi Rumah Sasadu Sebagai Pusat Kegiatan Masyarakat Sahu Kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara. Prosiding Seminar Nasional. Sustainable Architecture And Urbanism.Vol 8 .No.1

Irwanto, Dedi. (2012). Kendala dan Alternatif Penggunaan Tradisi Lisan

Dalam Penulisan Sejarah Lokal di Sumatera Selatan. Jurnal Forum Sosial, Vol. V, No. 02.

Jamaludin, A.N. (2016). Sosiologi Pedesaan. Cv. Pustaka Setia: Bandung

Koentjjaraningrat (2002). Pengantar Ilmu Antropologi.Cet 8. Jakarta: PT. Reneka Cipta

Miles M.B & A. Michael Huberman. (2014). Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press

Moleong J. L. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sutopo, H. B. (2006). Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Soekanto, Soerjono. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Sztompka, P. (2011). Sosiologi Perubahan Sosial. Cet 6. Jakarta: Prenada.

Visser, E. Leontine (2019). Sejarah Pertanian dan Kebudayaan di Sahu Halmahera. Yogyakarta: Ombak.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v7i1.3337

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Terakreditasi Peringkat 4 based on Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. SK : 23/E/KPT/2019 tentang Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah periode 4 tahun 2019