DINAMIKA BUDAYA DAN SOSIAL DALAM PERADABAN MASYARAKAT SUNDA DILIHAT DARI PERSPEKTIF SEJARAH

Yat Rospia Brata, Yeni Wijayanti

Abstract


The present study aims to uncover the historical development of Sundanese people’s local entities of cultural and social dynamics from the old and recent frame and its relationship with current trends of “life” digitalization. Local wisdom growing in Sundanese social structure reflects its cultural and social identities of people as each time period indicates. Culturally, life constructs of Sundanese people refers to the Kagaluhan values that promote high civilization as reflected from arts, musical, and local traditional performances such as dances and puppets, which suggest uniquely genuine local identities. Socially, the Sundanese’s people ways of Socializing process proved egalite. The study include steps of data collection through analyzing historical sites, artefacts, and documents, and interpreting them with reference to the civilization process of each time. Moreover, the analysis of both dynamics is also encountered by the reality of current trend of disruption of digital era. The study shows that Sundanese people’cultural and social constructs represent high quality of meaningful life.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perkembangan  sejarah budaya dari entitas lokal masyarakat Sunda dan dinamika sosial budaya dari sudut pandang masa lampau dan masa kini serta hubungannya dengan tren saat ini yaitu digitalisasi "kehidupan". Kearifan lokal yang berkembang dalam struktur sosial masyarakat Sunda mencerminkan identitas budaya dan sosial masyarakatnya seiring berjalannya waktu. Dari sudut pandang budaya, tatanan kehidupan masyarakat Sunda  mengacu pada nilai Kagaluhan yang mempromosikan peradaban tinggi yang tercermin dari seni, musik, dan pertunjukkan tradisi lokal seperti tarian dan wayang, yang menunjukkan identitas lokal asli dan unik. Dari sudut pandang sosial, cara masyarakat Sunda dalam proses sosialisasi membuktikan bahwa mereka adalah kaum egaliter. Kajian ini mencakup beberapa langkah pengumpulan data seperti menganalisis situs sejarah, artefak, dan dokumen, dan serta menafsirkannya dengan mengacu pada proses peradaban tiap-tiap jaman. Selain itu, analisis masing-masing dinamika juga dihadapkan pada realitas adanya tren masa kini berupa “gangguan” di era digital ini. Kajian ini menunjukkan bahwa budaya dan tatanan masyarakat Sunda merepresentasikan tingginya kualitas kehidupan yang bermakna.

Keywords


budaya; tatanan sosial; sejarah; kearifan lokal

References


Dahlan, e. a., 2017. Importance of kabuyutan sacred natural sites as biodiversity hotspots in West Java Province, Indonesia. Japan Soc. Reveget, 43(1), pp. 103-108.

Dahlan, M. Z., Nurhayati, H. S. A. & Mugnisjah, W. Q., 2017. Identifying The Characteristic of Sunda Parahiyangan Landscape for a Model of Sustainable Agricultural Landscape. s.l., IOP.

Hardjasaputra, A. S., 2017. Lintasan Sejarah Galuh Tahun 612-Awal 1942. Ciamis: s.n.

Heryana, A., 2010. Tritangtu di bumi di Kampung Naga: Melacak Artefak Sistem Pemerintahan (Sunda). Patanjala, 2(3), pp. 359-376.

Hidayatuloh, S., 2019. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Upacara Adat Ngikis di Situs Karangkamulyan Kabupaten Ciamis. Patanjala, 11(1), pp. 97-113.

Lubis, N. H., 2000. Sejarah Kota-Kota Lama di Jawa Barat. Bandung: Alqa Print.

Lubis, N. H., 2013. Sejarah Jawa Barat. Bandung: YMSI.

Munandar, A. A., 2010. Tatar Sunda Masa Silam. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Novaly, R., 2016. Kompasiana. [Online]

Available at: https://www.kompasiana.com/rushanovaly/568718210123bd0707d1a361/mengenal-lebih-dalam-karinding-kesenian-tatar-sunda-yang-melegenda

[Accessed wednesday july 2019].

Setyani, T. I., 2008. Ragam Wayang di Nusantara. Depok: UI.

Teguh, I., 2018. Tirto.id. [Online]

Available at: https://tirto.id/raspi-ronggeng-gunung-yang-lahir-dari-penderitaan-cFqQ

[Accessed Wednesday Juli 2019].

Tempo.co, 2012. Tempo. [Online]

Available at: https://seleb.tempo.co/read/390121/getar-musik-karinding-menelusup-ke-musik-metal

[Accessed Wednesday Juli 2019].

unknown, 2014. blogspot. [Online]

Available at: https://kesenian-sunda.blogspot.com/2014/06/kesenian-karinding.html

[Accessed Wednesday July 2019].

Wiradimadja, A., 2018. Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Naga sebagai Konservasi Alam Menjaga Budaya Sunda. Sosiologi Pendidikan Humanis, 3(1), pp. 1-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v7i1.3380

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Terakreditasi Peringkat 4 based on Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. SK : 23/E/KPT/2019 tentang Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah periode 4 tahun 2019