MAKNA DAN FUNGSI NGARUMAT PUSAKA SEBAGAI TRADISI BUDAYA LELUHUR DI PANJALU KAB CIAMIS

Widianti Fatimah, Yunus Winoto, Ute Lies Siti Khadijah

Abstract


Masyarakat di wilayah panjalu, memiliki upacara adat setempat yang menjadi identitas atau ciri khas dari masyarakat panjalu sendiri. Dan merupakan salah satu upacara adat yang dijaga dan dilestrarikan oleh masyarakat panjalu yaitu tradisi ngarumat pusaka atau lebih familiar dengan upacara adat nyangku Tujuan dari pembahasan penelitian ini mengenai pelaksanaan Upacara adat Nyangku yang sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan secara turun temurun oleh para leluhur kerajaan Panjalu sehingga  bertujuan untuk mengetahui tradisi budaya leluhur kita di panjalu yang sampai sekarang terus di lestarikan salah satunya dengan tradisi membersihkan yang Kegiatan ini berupa membersihkan pedang zulfikar yang menjadi benda pusaka utama dalam upacara adat Nyangku. Bukan hanya pedang zulfikar saja berbagai benda pusaka lainnya juga di bersihkan yang gunanya untuk membersihkan kotoran dari debu dan kotoran lainnya supaya terus terjaga dan terawat benda pusaka yang berupa trasisi turun temurun dari leluhur kerajaan panjalu. Penelitian ini ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan mewawancari sumber informasi yang jelas sehingga mendapatkan informasi yang relevan sehingga tulisan ini bisa dipakai sebagai referensi dikemudian hari.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah makna dan fungsi Ngarumat pusaka sebagai tradisi budaya leluhur. Makna berupa kaidah kaidah yang bisa diambil atau di pelajari dalam kehidupan sehari hari. Fungsi yang terdapat dalam upacara adat Nyangku ini berkaitan dengan beberapa aspek atau elemen yang saling dan bakal terus berkaitan satu sama lain. Hasil penelitian ini berupa gambaran tradisi nyangku baik dari aspek seni maupun tradisi tersebut.People in the Panjalu area have local traditional ceremonies which are the identity or characteristics of the Panjalu community themselves. And is one of the traditional ceremonies that is guarded and preserved by the Panjalu community, namely the Ngarumat Pusaka tradition or more familiar with the nyangku traditional ceremony .traditional Nyangku. Not only Zulfikar's sword, various other heirlooms are also cleaned which is used to clean dirt from dust and other impurities so that the heirlooms are maintained and cared for in the form of a hereditary tradition from the ancestors of the Panjalu kingdom. This study uses qualitative research methods, by interviewing clear sources of information so as to obtain relevant information so that this paper can be used as a reference in the future. The problem studied in this study is the meaning and function of Ngarumat Pusaka as an ancestral cultural tradition. Meaning in the form of rules that can be taken or learned in everyday life.traditional Nyangku are related to several aspects or elements that are mutually and will continue to be related to each other. The results of this study are a description of the nyangku tradition from both the artistic and traditional aspects.

Keywords


Ngarumat; Upacara Nyangku; Budaya leluhur panjalu

References


Asrini, T. P., Karwati, U., & Sutanto, T. S. (2013). Gembyungan Art in Nyangku Ceremony At Panjalu Village in Panjalu Sub District of Ciamis Regency. 1(3), 1–8.

Fauzi, R., Fahmi, M., Gunardi, G., & Mahzuni, D. (2017). Fungsi dan Mitos Upacara Adat Nyangku di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Panggung, 27(2), 201–216.

Jauhari, H. (2018). Makna Dan Fungsi Upacara Adat Nyangku Bagi Masyarakat Panjalu. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(2), 197–210. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3822

Kepada, D., Ilmu, F., Persyaratan, M. S., Gelar, G. M., Pendidikan, S., & Priyanto, A. (2011). Partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian upacara adat nyangku di kecamatan panjalu, ciamis, jawa barat.

Krisnawan, M., Dipraja, D. M., Pramanca, N. H., Alamsyah, H., Shavika, S., & Crinata, R. (2022). RITUAL SAKRAL PENYUCIAN BENDA PUSAKA , NYANGKU Sacred Ritual of Purification of Heirlooms , Nyangku. 2(1), 112–121.

Kurniasari, K. K. (2021). Pariwisata Budaya Berkelanjutan: Persepsi Masyarakat Lokal. Journal of Research on Business and Tourism, 1(1), 62–74.

Lokal, K., Kabupaten, D., Hartaman, N., Has, Y., & Hukmi, R. A. (2021). Strategi Pemerintah Dalam Pengembangan Wisata Budaya Dan. 4(2), 578–588.

Nasution, Z., & Indah Yanti, B. V. (2014). PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN SITU PANJALU di CIAMIS, JAWA BARAT. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 9(2), 49–53. https://doi.org/10.15578/marina.v9i2.430

National, G., & Pillars, H. (n.d.). IMPLEMENTASI UPACARA ADAT NYANGKU DI SITUS LENGKONG PANJALU. 24, 49–54.

Prabhawati, A. (2018). Upaya Indonesia dalam Meningkatkan Kualitas Pariwisata Budaya Melalui Diplomasi Kebudayaan. Journal of Tourism and Creativity, 2(2), 158–177.

Prof.Dr.Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif , kualitatif dan r & d. 456.

Gusnawan Agus .2022. Mengenai Pengertian Upacara Adat Nyangku.Bumi Alit Panjalu Ciamis.19 Mins




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v9i1.7295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.