Pelestarian Perkampungan Budaya Betawi : Dari Condet Ke Srengseng Sawah

Siwi Nur Rahmawati

Abstract

Dipindahkannya perkampungan cagar budaya Betawi yang berawal dari Condet, Balekambang menjadi ke Srengseng Sawah merupakan upaya pemerintah yang bekerja sama dengan masyarakat asli Betawi serta komunitas lestari budaya Jakarta. Penelitian ini menggunakan perspektif perubahan sosial, sudah dapat dipastikan adanya transformasi sosial, kebudayaan dan ekonomi. Terpilihnya Srengseng Sawah sebagai kampung pelestarian cagar budaya betawi karena masih memiliki lingkungan yang asri dan bertahannya rumah panggung dengan arsitektur betawi sebagai ciri khas yang masih dipertahankannya. Srengseng Sawah diklaim memiliki potensi sebagai desa yang mampu mengemban  pariwisata budaya. Kebudayaan Betawi masih banyak yang terjaga di Srengseng Sawah hal ini ditandai oleh masyarakat yang memiliki keahlian dalam membuat makanan khas Betawi, ondel- ondel dan khas Betawi lainnya. Keputusan dipindahkannya perkampungan budaya Betawi ke Srengseng Sawah dibawah pimpinan  mantan gubernur DKI Jakarta Sutiyoso karena daerah Condet, Balekambang terus mengalami modernisasi dan mulai banyak didatangi serta dihuni oleh etnis- etnis diluar Betawi, oleh itu keputusan dipindahkan perkampungan pelestarian budaya Betawi di Srengseng Sawah menjadi keputusan final, dan sampai hari ini perkampungan cagar budaya Betawi yang berada di Srengseng Sawah menjadi bukti keberhasilan dari pemerintah dan masyarakat lokal untuk menjaga budaya nenek moyangnya agar tidak punah hilang begitu saja oleh globalisasi budaya yang dapat menyerang kapan saja.

Keywords

Budaya Betawi; Setu Babakan; Pelestarian Budaya

References

Anisa, Ilham, J., & Purnama, T. (2010). PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT BETAWI DI CONDET Anisa 1 Jasrul Ilham 2 Tedy Purnama 3. Inersia Vol. VI No. 1, VI(1), 65–72.

Erwantoro, H. (2014). Etnis Betawi: Kajian Historis. Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 6(2), 179. https://doi.org/10.30959/patanjala.v6i2.179

Grijns, Kees, & Nas, P. J. M. (2007). Jakarta-Batavia Esai Sosio- Kuktural. Jakarta: Banana bekerjasama dengan KITLV-Jakarta.

Hidayat, R. (2016). Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi Dari Condet ke Srengseng Sawah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(5), 560. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i5.486

Maryetti, Sulistyadi, Y., Dananik, D., Nurhidayati, H., & Setio, W. F. (2016). Pengembangan Berkelanjutan Kampung Budaya Setu Babakan Sebagai Daya Tarik Wisata. Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia, 1, 27–43.

Pehulisya, R. L., & Nugroho, S. (2020). Eksistensi Perkampungan Setu Babakan Sebagai Daya tarik Wisata Budaya Betawi, Jakarta Selatan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(2), 232. https://doi.org/10.24843/jdepar.2020.v08.i02.p10

Purbasari, M. (2010). Indahnya Betawi. Humaniora, 1(1), 1. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i1.2142

Rizkiyah, F. (2018). Kebertahanan Identitas Etnis Betawi Condet Di Tengah Perubahan. Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta.

Windarsih, A. (2013). Memahami Betawi dalam Konteks Cagar Budaya Condet dan Setu Babakan. 15(1), 177–200.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.