PEWARISAN NILAI-NILAI HISTORIS DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG ADAT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH

Dede Wahyu Firdaus

Abstract


Pada masa sekarang ini pendidikan modern yang lebih mengarah pada rasionalitas seringkali mengabaikan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lokal yang kaya akan nilai-nilai budaya. Sehingga akan menjadi sebuah permasalahan jika kita tidak dapat mengenal jati diri bangsa kita sendiri. Bagaimana kita dapat memiliki sebuah identitas nasional jika tidak mengenal akar budaya leluhur kita. Rendahnya pengetahuan akan keberadaan komunitas adat merupakan sebuah hal yang perlu diperhatikan oleh berbagai pihak. Selain itu perlu adanya sebuah kebijakan baru yang tidak hanya melindungi komunitas adat tersebut, tetapi mengenalkan nilai-nilai ajaran luhur yang dimiliki oleh komunitas-komunitas adat di Indonesia terhadap kaum muda di Indonesia. Untuk itu, dalam mengatasi berbagai gejala seperti di atas, sebenarnya dapat dipahami bersama dengan pendekatan budaya, yaitu pendekatan melalui pewarisan nilai-nilai historis dan kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pewarisan nilai-nilai historis dan kearifan lokal masyarakat kampung adat Kuta dalam pembelajaran sejarah ini dilakukan melalui proses penerapan model pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran yang bisa digunakan agar hasil belajar bisa optimal dalam rangka pewarisan nilai sejarah lokal adalah dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL). Model Pembelajaran ini merupakan suatu sistem pengajaran yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa.

Today, modern education that leads to rationality often ignores the knowledge of local knowledge that is rich in cultural values. So it will be a problem if we can not recognize our own national identity. How can we have a national identity if we do not know the roots of our ancestral cultures. The low knowledge of the existence of indigenous communities is a matter of concern to the various parties. In addition, there is a need for a new policy that not only protects the indigenous community, but introduces the noble teachings of indigenous communities in Indonesia to young people in Indonesia. Therefore, in overcoming the various symptoms as above, it can be understood in conjunction with the cultural approach, namely the approach through the inheritance of historical values and local wisdom. The method used in this study used a qualitative approach with ethnographic methods. The inheritance of the historical values and the local wisdom of the indigenous villagers of Kuta in the study of history is done through the process of applying contextual learning model. Learning model that can be used for learning outcomes can be optimal in order to inherit the value of local history is to use Contextual Teaching and Learning (CTL). This learning model is a teaching system that generates meaning by linking the academic content and the context of the student's daily life.


Keywords


Pewarisan Nilai; Kearifan Lokal; Pembelajaran Sejarah

Full Text:

PDF INDONESIA

References


Bogdan, R.C. dan Taylor, S.J. (1993). Qualitative Research for Education an Introduction to Theory and Method. Boston: Allyn & Bacon Inc.

Creswell, John W. (1994). Research Design : Qualitative and Quantitative Approach. California: Sage Publication.

Denzin, Norman dan Yvonna S. Lincoln. (ed.). (2000). Handbook of Qualitative Research, second edition. California: Sage Publication.

Hasan, Said Hamid. (2007). Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.

Hasan, Said Hamid. (1999). “Pendidikan Sejarah untuk Membangun Manusia Baru Indonesia”. Mimbar Pendidikan. Nomor 2/XVIII Tahun. 1999. Bandung: University Press IKIP Bandung.

Jonhson, Elaine B. (2008). Contextual Teaching and Learning. Bandung: MLC.

Kartodirdjo, Sartono. (1989). “Menggali Warisan Leluhur Untuk Memperkokoh Identitas Nasional Fungsi Pembelajaran Sejarah Dalam Pembangunan”. Makalah. Surakarta: PPS UNS.

Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Nurhadi, dkk. (2004). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: UM Press.

Spradley, J.P. (2007). Metode Etnografi. (terjemah). Yogyakarta: Tiara Wacana.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v4i2.906

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.