PEMIKIRAN MOHAMMAD NATSIR TENTANG HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA SERTA POLEMIKNYA DENGAN SOEKARNO

Sri Pajriah

Abstract


Tulisan ini berjudul “Pemikiran Mohammdad Natsir Tentang Hubungan Agama dan Negara serta Polemiknya dengan Soekarno”. Tulisan ini berawal dari keinginan sebagian umat Islam era sekarang untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara mempunyai landasan historis yang cukup panjang sejak awal kemerdekaan tahun 1945. Mohammad Natsir  merupakan salah satu tokoh Islam Indonesia yang paling awal menyuarakan secara terbuka bahwa Islam layak untuk dijadikan dasar negara. Adapun tujuan tulisan ini pertama, untuk memaparkan pemikiran Mohammad Natsir tentang hubungan antara agama (Islam) dan negara serta bagaimana ia menyanggah argumentasi pemikiran Soekarno yang menganut paham pemisahan agama dan negara. Kedua, latar belakang kehidupan Mohammad Natsir serta setting sosial politik yang mempengaruhi pola pikir Mohammad Natsir mengenai hubungan agama dan negara. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode sejarah. Metode ini mencakup empat tahapan kegiatan, yaitu heuristik (pencarian dan pengumpulan sumber tertulis), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa Mohammad Natsir menganut paham kesatuan agama dan negara yang merupakan lawan dari sekularisasi. Dalam melaksanakan hukum Islam perintahnya cukup jelas baik dalam Al-Qur`an maupun hadis. Negara bagi Natsir bukan tujuan, tetapi sebatas alat untuk melaksanakan hukum Islam yang merupakan keharusan bagi setiap penganut Islam sebagai konsekwensi dari keimanannya dan syahadatnya.

Full Text:

PDF INDONESIA

References


Al Chaidar. 2000. Sepak Terjang KW 9 Abu Toto Menyelengkan NKA-NII Pasca S.M. Kartosuwiryo. Jakarta: Madani Press

Anwar Harjono. 1995. Indonesia Kita: Pemikiran Berwawasan Iman-Islam. Jakarta: GIP

--------. 1993. “Pokok-Pokok Pikiran Pak Natsir Mendasar”, dalam Suara Mesjid, Nonor 221, Februari 1993

A. Hasyimi. 1985. Semangat Merdeka: 70 Tahun Menempuh Jalan Pergolakan dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: Bulan Bintang

Adam Malik. 1978. Mengabdi Pada Republik. Jakarta: Gunung Agung

Dzulfikriddin. 2010. Mohammad Natsir Dalam Sejarah Politik Indonesia. Bandung: Mizan

Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam (1993). Ensiklopedia Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve

Damanhuri Zuhri. 1994. “Muhammad Natsir: Pendidik-Pejuang yang Istiqomah” dalam Harian Republika, Ahad, 17 Juli 1994

Deliar Noer. 1988. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES

--------. 1986. Pengantar ke Pemikiran Politik. Jakarta: Rajawali

Endin Lidinillah. 1993. Diktat Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam FKIP Unigal Ciamis

Hatta, Moh. 1982. Memoir. Jakarta: Tintamas

Mahfud MD, Moh. 1993. Dasar dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia. Yogyakarta: UII Press

Mochtar Naim. 1995. “Natsir, Mengharmoniskan Timur dan Barat” dalam Harian Republika, Selasa, 8 Agustus 1995.

Qomaruddin Khan. 1973. The Political Thought of Ibnu Taimiyah. Islamabad: Islamic Research Institute

Ridwan Saidi, 1981. “Hari ini 30 Tahun Yang Lalu” dalam Panji Masyarakat, Nomor 314, 10 Pebruari 1981.

Syafiq A. Mughni. 1994. Hassan Bandung: Pemikir Islam Radikal. Surabaya: Bina Ilmu

S.U. Basuit. 1972. Alam Pikiran dan Djedjak Perdjuangan Prawoto Mangkusasmito. Surabaya: Document

Soekarno. 1965. Di Bawah Bendera Revolusi. Jakarta: Panitia Penerbit

Yusuf Abdullah Puar. 1978. Mohammad Natsir 70 Tahun: Kenang-Kenangan Kehidupan dan Perjuangan. Jakarta: Pustaka Antara




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v4i2.910

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.