MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS SURAT RESMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KLUSTER PENCERITAAN

S u h a S u h a

Abstract


        Kenyataan di kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya, rata-rata kemampuan siswa menulis surat resmi sambutan sangat rendah, itu semua dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata 60, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Rendahnya kemampuan menulis surat resmi sambutan di kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya salah satu faktor penyebabnya adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis surat resmi sambutan yaitu hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan. Hal ini mengakibatkan siswa sulit mengungkapkan gagasan, sehingga tampak dalam menulis pidato banyak ditemukan kesalahan-kesalahan seperti ketidaksesuaian isi dengan tema, ketidaktepatan penggunaan kalimat dalam bagian pembukaan, isi dan penutupan surat resmi, dan masih ditemukan penggunaan ejaan yang tidak benar dalam penulisan surat resmi sambutan. Tujuan penelitian ini  adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis surat resmi setelah menggunakan model pembelajaran klusterpenceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (N= 4).  Simpulan penelitian ini adalah: (1) Perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis surat resmi melalui model pembelajaran kluster penceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya, memperoleh hasil bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I belum optimal, sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II terdapat peningkatan kinerja guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatkan hasil belajar siswa tentang kemampuan siswa menulis surat resmi sambutan; (2)  Proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis surat resmi melalui model pembelajaran kluster penceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya, bahwa aktivitas guru dalam pembelajaran siklus I belum optimal, sedangkan pada siklus II aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan; (3) Hasil belajar siswa tentang kemampuan siswa menulis surat resmi melalui model pembelajaran kluster penceritaan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa; (4)  Kemampuan siswa menulis surat resmi setelah menggunakan model pembelajaran kluster penceritaan pada pembelajaran bahasa Sunda di Kelas IX-B SMP Negeri 3 Tasikmalaya terbukti mengalami peningkatan yaitu hasil belajar siswa siklus I yaitu 69,8 meningkat menjadi 81 pada siklus II.


Full Text:

PDF

References


Akhmad, Sabarti, Maidar G. Arsjad, dan Sakura H. Ridwan. (1997). Menulis I. Jakarta: Depdikbud.

Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bina Aksara.

Badudu, J.S. (1994). Pintar Berbahasa Sunda 3. Petunjuk Guru Bahasa Sunda. Jakarta: Pendidikan Pendahuluan PN Balai Pustaka.

Budinuryanto, Kasuriyanta, dan Imam Koermen. (1997). Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Depdikbud.

Cahyani, dkk. (2007). Kemampuan Berbahasa Sunda di Sekolah. Bandung : UPI Press.

Depdiknas, (2006), Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP. Jakarta : Depdiksnas.

Edi Warsidi, dkk (2008). Bahasa Sunda Membuatku Cerdas. Bandung : Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan

(http://organisasi.org/pengertian-surat resmi-tujuan-sifat-metode-susunan-dan-persiapan-surat resmi-).

Kasbolah, K (1999). Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Depdikbud Proyek PGSD

Mulyati, dkk. (2009). Keterampilan Berbahasa Sunda. Jakarta : Universitas Terbuka.

Resmini, N, dkk. (2006). Pendidikan Bahasa & Sastra Sunda di Kelas Tinggi. Bandung : UPI Press.

Sastromiharjo, A. (2006). Kreativitas dan Penggunaan Bahasa. Jurnal Artikulasi Vo. 3 No. 5 April 2006.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Suhadi. (1999). Meningkatkan Kemampuan Menulis. Yogyakarta: Andi.

Surimiharja, Agus, H. Akhlah Husen, dan Nunuy Nurjanah. (1996). Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: Depdikbud.

Tarigan, Henry Guntur. (1993). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v5i4.1542

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL WAHANA PENDIDIKAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License