PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK

Lilis Lisnawati

Abstract


Kemampuan siswa kelas VIII-C  SMP YPI Al-Huda Tasikmalaya pada Mata Pelajaran Matematika masih dianggap kurang, sehingga perlu diupayakan oleh guru untuk peningkatanya. Salah satu upaya yang penulis anggap tepat yaitu penggunaan Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok  sebagai bagian dari Materi pelajaran Matematika kelas VIII-C semester 2.. Penelitian pada Siswa kelas VIII-C SMP YPI Al-Huda, nilai tes pemahaman materi sebelum diberi tindakan adalah 71,50 belum memenuhi KKM yaitu 75. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan untuk melihat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan untuk mengetahui peningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok  menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan methode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dalam 2 siklus pembelajaran dengan langkah-langkah planning, actuating, observing,dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman materi berupa pilihan ganda dan lembar observasi. Tes pemahaman materi dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman materi sesudah diterapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Lembar observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran oleh guru dan aktivitas siswa. Proses belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) pada siklus 1 terlaksana sebesar 81,33% termasuk kategori baik dan meningkat pada siklus 2 sebesar 91,33 % termasuk kategori baik sekali. Aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus 1 meningkat pada kemampuan bertanya sebesar  33 % kategori kurang, menjawab pertanyaan 66 % kategori baik, mengemukakan gagasan 66 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuan awal 50 % kategori cukup. Kemudian meningkat lagi pada siklus 2 dengan kemampuan bertanya sebesar 50% kategori cukup menjawab pertanyaan 83,3 % kategori sangat baik, mengemukakan gagasan 76,6 % kategori baik dan mengungkapkan pengetahuna awal 66 % kategori baik. Pemahaman siswa dalam konsep sistem pernapasan pada manusia meningkat dari nilai rata-rata hasil tes pra siklus 71.50 menjadi 81,50 pada siklus 1 dan lebih meningkat pada siklus 2 menjadi 88,25. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada Materi  Kubus dan Balok .

 Kata Kunci : Numbered Head Together (NHT), Pemahaman, Kubus dan Balok


Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2005). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta :PT Bumi Aksara.

Blog Media Pendidikan. (2010). ”Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)”. [Online]. Tersedia: http://blog.tp.ac.id/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-numbered-heads-together-nht. (19 April 2015.

Bloom, B.S. Et.al (1979). Taxonomy of Educational Objectives The Classification of Educationals Goals. London: Longman Group LTD

Dahar, R.W. 1988. Teori-Teori Belajar. Jakarta:Departemen pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek pengembangan Lembaga Pendidikan Tinggi.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Herdian, (2009). “Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together”. [Online]. Tersedia: http://herdy07.wordpress.com/2015/04/22/model-pembelajaran-nht-numbered-head-together/. ( 19 April 2011)

Huda, M. (2009). Cooverative Learning Metode, Teknik dan Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Juanita, Y. (2009). Penetapan Model Pembelajaran Kooperatif Tpe Number Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Pemantulan Cahaya. Skripsi Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI Bandung: Tidak diterbitkan

Mulyadi, Y. (2006). Pengembangan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Numberid Heads Together (NHT) Pada Konsep Optik Geometris Untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa. Skripsi FPMIPA UPI Bandung : tidak diterbitkan.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa DEPDIKBUD. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rahman.(2008). Model Mengajar dan Bahan Pembelajaran. Jatinangor: Alqa Prisma Interdelta

Saraswati, S.L. (2003). Upaya Menumbuhkan Keberanian Siswa SLTP Untuk Mengajukan Pertanyaan dan Mengemukakan Gagasan Melalui Model Latihan Inkuiri. Tesis Program Pasca Sarjana UPI: Tidak Diterbitkan.

Wiriaatmadja, R. (2007). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Adinawan, M.. Cholik (2007).Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. Jakarta: Erlangga

Nuharini Dewi, Wahyuni Tri. (2008). Matematika Konsep dan Aplikasinya Untuk SMP/MTS Kelas VIII. Jakarta : CV. Usaha Makmur.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v6i2.3050

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License