MENINGKATKAN KEMAMPUANMEMBACA PUISI (SAJAK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS X IPA 2 SMA N 1 KAWALI

Ishak Iskandar

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan model pembelajar kemampuan siswa kelas X IPA 2 SMA N 1 Kawali  dalam membaca puisi (sajak) dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Model penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas / PTK. Prosedur PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ini dilaksanakan atas dasar tahapan-tahapan sebagai berikut: merencanakan PTK, melaksanakan PTK, melaksanakan observasi, dan melakukan refleksi. Penelitian ini berlangsung dalam Pra Siklus dan dua siklus yaitu Siklus 1 dan siklus 2. Peneliti melihat adanya peningkatan dalam jumlah prosentase siswa yang mendapat nilai di atas KKM. Pada tingkatan pra siklus prosentasenya adalah 7,5%. Pada siklus 2 jumlahnya menjadi 100%. Peneliti menghitung peningkatan jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebesar 92,5%. Sedangkan untuk prosentase pemahaman materi pada tindakan pra siklus adalah 61%. Diakhir siklus 2, jumlah ini meningkat menjadi 85%. Ini berarti bahwa total peningkatan yang terjadi pada prosentase penguasaan materi adalah sebesar 69,5%. Pada aspek keterampilan menunjukan indikator intonasi (lentong) dari pra siklus (60%) menjadi (88,5%) terjadi peningkatan (28,5%), vokal dari pra siklus (61%) menjadi (88%) terjadi peningkatan (27%), Mimik (pasemon) dari prasiklus (64%) menjadi (82%) terjadi peningkatan (18%), penghayatandari prasiklus (64%) menjadi (85%) terjadi peningkatan (21%) dan nyangkem naskah dari pra siklus (65%) menjadi (86%) terjadi peningkatan (21%). Secara keseluruhan indikator membaca puisi (sajak)  pada aspek keterampilan menunjukan adanya peningkatan dari tiap tindakan prasiklus sampai siklus 2. Sedangkan pada aspek pengetahuan menunjukan bahwa indikator tema dari pra siklus (64%) menjadi (77%) terjadi peningkatan (23%), Amanat dari pra siklus (56%) menjadi (88%) terjadi peningkatan (32%), Rasa pra siklus (56%) menjadi (87%), terjadi peningkatan (18%), dan Nada pra siklus (60%) menjadi (86%) terjadi peningkatan (26%). Secara keseluruhan indikator materi puisi pada aspek pengetahuan menunjukan adanya peningkatan dari tiap tiap tindakan pra siklus sampai siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi (sajak).

 Kata Kunci:  Kemampuan, Membaca Puisi (Sajak),  Model Pembelajaran  

                        Discovery Learning


Full Text:

PDF

References


Aminuduin.1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra: Sinar Baru.

Alfiah. 2009. Pengajaran Puisi Sebuah Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bambang Soehendro. 2006. Panduan Penyusunan KTSP jengjang Dasar danMenengah. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Damono, Sapardi Djoko. 2000. PriyayiAbangan. Yogyakarta: BentangBudaya.

Danadibrata. 2006. Kamus Basa Sunda. Bandung: Kiblat

Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat. 2013. Kurikulum 2013 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Sunda SMA/SMK/MA.Bandung: Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat.

Dola, Abdullah. 2007. ApresiasiProsaFiksidan Drama. Makassar: BadanPenerbitUniversitasNegeri Makassar

Hidayati. 2004. Pendidikan Ilmu Pengatahuan Sosial di Sekolah Dasar. Yogyakarta: UNY. Roestiyah. (2001).

Kasbolah, Kasihani.1999. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Depdikbud

Lie, Anita. 2007. Cooperatife Learning Mempraktikan Cooperative Learning diRuang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Moelono, A.M. 1990. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Mulyani Sumantri, Johar Permana. 2001.Strategi Belajar Mengajar. Bandung :CV Maulana.

Roestiya. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta

Shihabuddin, H. 2009. Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung: UPI

Soedarsono, F.X. 1987. Pedomanpelestarianpenelitian tindakankelas. Yogyakarta: Dikti

Sudaryat, Yayat. 2011. Tata Basa Sunda Kiwari. Bandung: Yrama Widya.

Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Syaiful B.Djamarah dan Azwan Zain. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Pustaka.

Sugihartono, dkk. (2006). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY.

Syaiful Sagala. (2003). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung Alfabeta.

Tamsah, Rahayu, Budi. 201. Galuring Basa Sunda. Bandung: Pustaka Setia.

Tarigan, Hendry, Guntur. 1990. Pengajaran Bahasa Komunikatif. Bandung: FPBS IKIP Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v6i2.3053

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License