Efektifitas Proses Belajar Mengajar Yang Mendidik Terhadap Kematangan Sosial Emosional Mahasiswa (Studi Korelasi Pada Mahasiswa PPG di FKIP Universitas Galuh)

Dedeh Rukaesih

Abstract


Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui keefektifan proses belajar mengajar yang mendidik untuk pengembangan kematangan sosial emosional mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian  nonequivalent pre-tes and post-test control group design. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) Profil kematangan social emosional mahasiswa secara umum tergolong kategori cukup. (2) Pengembangan kematangan sosial emosional mahasiswa terintegrasi dalam proses belajar mengajar berdasarkan kerangka “Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning ”(CASEL), dengan langkah-langkah berikut: menentukan kompetensi sosial - emosional yang akan dikembangkan, menentukan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, menentukan teknik pengumpulan data yang sesua kompetensi sosial-emosional mahasiswa dan integrasikan pada RPP mata pelajaran/mata kuliah yang diampu. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan tentang gambaran atau profil kematangan sosial emosional mahasiswa antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen setelah menggunakan proses belajar mengajar “CASEL”.

Keywords


Pengembangan, Kematangan Sosial-Emosional, Proses Belajar Mengajar.

References


Azhar. (2011). Paradigma meningkatkan mutu pendidikan pada LPTK. Jurnal Tabularasa, Universitas Medan, 8 (01).

Clara Moningka (2022). Pembelajaran sosial emosional Pendidikan Profesi Guru Prajabatan. Direktorat GTK Pendidikan Menengah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Calhoun,J. dan Accocella,J. (1990). Psychology of adjusment and human relationship. (Alih Bahasa: Satmoko, R.S). New York: Mc Graw-Hill, inc.

Cresswell, John W. (2010). Ressearch design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (penterjemah Ahmad Fawaid) Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dahlan.M.D. (1982). Ciri-ciri kepribadian siswa spg negri di jawa barat dikaitkan dengan sikapnya terhadap jabatan guru. (Disertasi). Program Pascasarjana, IKIP, Bandung.

Direktorat Jendral Pedidikan Tinggi. (2005). Tanya jawab seputar unit pengembangan materi dan proses pembelajaran di perguruan tinggi. Jakarta: Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan.

Ito, A. (2011). Enhancing school connectedness in japan: the role of homeroom teachers in establishing a positive classroom climate. Asian Journal of Counseling, 18 (1, 2), 4162.

John W. Travis at.al (2004) Wellness Well "Adapted, with permission, from _Wellness Workbook_,3rd edition. http// www.wellnessworkbook.com

Kaplan Louis (1971) Educational and Mental Healt.New-York, Evanston, and London: Harper and Row publisher.

Konu, A.,Lintonen, T & Rimpela,M, 2002. Factor structure of the School Well-being Model. Health Education Research .Vol.17. No.6 HLM. 732–742

Lan Sy.F, Lee. Ay Queenie, Tin-Yan NG.H. (2011). Teacher wellness: An important issue in fostering school connectedness life skills development among student. The Hong Kong Profesional Counselling Association: Asian of Jurnal Conselling, 1 (2), hlm. 149-169.

Natawidjaya, Rochman dkk. (2007). Ilmu pendidikan. rujukan filsafat, teori, dan praktis. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Press.

PPRI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Indonesia.

Sanusi, A dan Hasan,.S. (2008). Peran LPTK swasta dalam membentuk guru profesional. Jakarta: ALPTKSI.

Schneiders A.A. (1964). Personal adjusment and mental health. New York.

Shaughnessy, J. Zechmeister, E. Dan Zechmeister, J. (2006). Research method in psychology. (Alih Bahasa: Prajitno, Helly dan Sucipto, Sri). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sundayana, W. (2012). Pengembangan kurikulum FKIP universitas galuh berbasis KKNI. Disampaikan pada kegiatan seminar di Lingkungan FKIP Universitas Galuh. 27 Juli tahun 2012.

Yoo Jin Jang1, et al. (2011) Measurement and Evaluation in Counseling and Development:Factorial Invariance and Latent Mean Differences for the Five Factor Wellness Inventory With Korean and American Counselors.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jwp.v11i1.13596

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 

Indexing: