PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI THINGS AROUND US (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VII-H SMP negeri 20 Tasikmalaya)

Ryta Rostyanah

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi Things around us. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) dengan melakukan 2(dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, tes hasil belajar dan angket.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model kooperatif tipe jigsaw terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang  mencapai KKM dibandingkan dengan pra tindakan. Proses pembelajaran pada siklus I pertemuan ke-1 meningkat sebesar 30% menjadi 62% pada siklus I pertemuan ke-2. Proses pembelajaran pada siklus I pertemuan ke-2 meningkat sebesar 16% menjadi 78% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 92% pada akhir siklus II pertemuan ke-2. Hasil belajar dan kemampuan siswa dengan menggunakan kooperatif tipe jigsawpada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 32% meningkat sebesar 33 % menjadi 65% pada siklus I pertemuan ke-2. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus I pertemuan ke-2 meningkat sebesar 13 % menjadi 78% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula, hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 92% pada siklus II pertemuan ke-2. Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan Model Kooperatif Tipe Jigsaw. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan  Model Kooperatif Tipe Jigsaw pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar 37% meningkat sebesar 26 % menjadi 63% pada siklus I pertemuan ke-2.

Full Text:

PDF

References


Anita Lie. (2004). Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik . PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Arikunto, S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas.PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Huda, M. (2011). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kementrian Pendidikan Nasional RI., (2006).Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

Yudhistira, D. (2012). Menyusun Karya Tulis Ilmiah Penelitian Kelas Yang Memenuhi Kriteria “Apik”.Ciamis:CV. Mulya Abadi.

Wiraatmadja, R. (2005).Metode Penelitian Tindakan Kelas.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v6i1.2033

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL WAHANA PENDIDIKAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 

Indexing: