ANALISIS PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAHAN DAERAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI BAPPEDA KABUPATEN PANGANDARAN

Emay Irmayanti, Enas Enas, Uung Runalan Soedarmo

Abstract


Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Pangandaran yang antara lain masih adanya pegawai yang kurang memiliki kinerja yang baik, hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya pemebrdayaan aparatur pemerintah di Bappeda. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pegawai Bappeda Kabupten Pangandaran sebanyak 6 orang. Pendekatan yang peneliti gunakan yaitu pendekatan naturalistik kualitatif. Peneliti menggunakan prosedur penelitian, yaitu: (1) tahap orientasi, (2) tahap eksplorasi, dan (3) tahap member cek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemberdayaan pegawai Bappeda Kabupaten Pangandaran belum dilaksanakan dengan baik sehingga belum dapat meningkatkan kinerja pegawai baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas pelayanan. 2) Hambatan yang dihadapi adalah rendahnya kualitas kerja pegawai yang disebabkan oleh masih rendahnya kompetensi dan keterampilan pegawai, masih belum memadainya sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang dan belum optimalnya pimpinan dalam melakukan pendelegasian wewenang pada bawahannya. 3) Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas kerja pegawai meningkatkan keterampilan dalam melakukan inovasi, keterampilan dalam mengatasi hambatan dalam pekerjaan, keterampilan dalam mengoperasikan peralatan kerja, keterampilan dalam memberikan pelayanan, dan keterampilan dalam melaksanakan tugas pekerjaan

Keywords


pemberdayaan aparatur; kinerja pegawai

Full Text:

PDF

References


Achmad, Ruky, (2011). Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. Utama.

Amin Widjaja,Tunggal, (2014). Manajemen Strategik. Edisi Pertama. Harvarindo, Jakarta.

Kaho, Josef Riwu, (2015). Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik IndonesiaIdentifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Koswara, E., (2011), Otonomi Daerah Untuk Demokrasi dan Kemandirian Rakyat. Jakarta.

Nasution dan Subino, (2008). Metode Research: Penelitian Ilmiah. Jakarta: PT. Gramedia

Payaman J. Simanjuntak, (2015). Manajemen dan Evaluasi Kinerja, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.

Prijono dan Pranarka, (2006). Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan, dan Implementasi, CSIS, Jakarta.

Sarundajang, S.H., (2007). Birokrasi dalam Otonomi Daerah Upaya Mengatasi Kegagalan. Penerbit Kata Hasta Pustaka. Jakarta.

Sedarmayanti. (2013). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Mandar Maju: Bandung.

Siagian, Sondang, (2015), Manajemen Stratejik, Edisi keenam, PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Rasyid, M Ryaas., (2007). Awal Birokrasi Pemerintahan Politik Orde Baru. Jakarta: MIPI, Yarsip.

Wasistiono, Sadu, (2003). Manajemen Sumber Daya Aparatur Pemerintah Daerah, Fokusmedia: Bandung.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/mr.v3i3.2904

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

_______________________________________________________________________________________________ 

Journal of Management Review indexed by:

Journal of Management Review ISSN  2580-4138 (Print) and ISSN 2579-812X (Online))

_______________________________________________________________________________________________ 

Reference Mamanagement Tools

_______________________________________________________________________________________________