Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Tahap Pembelajaran dalam Pengembangan Berpikir Historis Siswa dari Perspektif Literasi Kritis di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto

Achmad Dicky Setyawan, Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim

Abstract

This research is motivated by the demands of the school literacy movement (SLM) to integrate critical literacy in history learning and the low historical thinking skills of students. The main objective of this research is to analyze the implementation of the literacy school movement in the learning stage developing the historical thinking skills of students in grades X IIS (Social Sciences) and XI IIS at State Senior High School 2 Mojokerto City. The method used in compiling this research is a qualitative research method. The results of this study empirically prove that, in the context of SLM, critical literacy is not only a supplement, but also makes teachers no longer the sole source of truth, rather becoming facilitators who shape and develop students' historical thinking through critical questions and answers. The conclusion of this study is that the SLM learning stage in developing historical thinking, the indicators of findings based on Stéphane Lévesque's concept of historical thinking, history teachers in this school are transformed into critical discussion facilitators and learning resources and students are able to construct their own narratives and analyze historical events based on evidence they find outside of textbooks.

Keywords

School Literacy Movement; Historical Thinking Skills; Learning Stage; History Subject; Critical Literacy

References

Abdulah, D. (2021). Penerapan model discovery learning untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi sejarah kebudayaan Islam. EDUCATOR: Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, 1(2), 139–148.

Abdullah, R. (2012). Pembelajaran berbasis pemanfaatan sumber belajar. Jurnal Ilmiah Didaktika: Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran, 12(2), 216–231.

Abidin, R., & Agustina, E. (2025). Membaca masa lalu, menulis masa depan: Pendidikan sejarah sebagai aksi kritis. Danadyaksa Historica, 5(2), 90–103.

Abrar, A., Marta, N. A., Yanuardi, M. H., Fakhruddin, M., Risqi, F., Rohana, M. A., & Santosa, Y. B. P. (2025). Building a critical thinking generation: Developing an innovative history learning model. Diakronika, 25(1), 47–62.

Afifah, D. N., Abdullah, F., Hidayati, A. N., & Andriani, A. (2021). Student’s identities in school literacy movement: Toward a discursive perspective for literacy education in Indonesia. JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy), 5(2), 21–39.

Ainiyyah, Z. F., & Saraswati, U. (2023). Pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi manusia dan sejarah kelas X IPS. Historia Pedagogia, 12(1), 34–43.

Alit, D. M. (2020). Inquiry discovery learning dan sejarah lokal: Pembelajaran sejarah menghadapi tantangan abad 21. Jurnal Ilmu Sosial, 8(1), 57–79.

Alrianingrum, S. (2010). Cagar budaya Surabaya kota pahlawan sebagai sumber belajar. (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Sebelas Maret.

Anitah, S. (2008). Media pembelajaran. Universitas Sebelas Maret Press.

Anitah, W. (2014). Strategi pembelajaran di SD. Universitas Terbuka.

Azis, R. Y. (2020). Upaya guru dalam membangun budaya literasi di sekolah. (Skripsi tidak diterbitkan). IAIN Ponorogo.

Cahyadi, A. (2019). Pengembangan media dan sumber belajar: Teori dan prosedur. Laksita Indonesia.

Carretero, M., Cantabrana, M., & Parellada, C. (2022). History education in the digital age. Springer.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.

Darmanto, P. (2018). Manajemen perpustakaan. Bumi Aksara.

Desysetyowati, N., Wulandari, D., Cahyani, S. R., Mubarak, H., & Lestari, N. A. (2023). Implementation of literacy programs and reading corners to increase students' interest in reading. International Journal of Research and Community Empowerment, 1(1), 1–7.

Downey, M. T., & Long, K. A. (2016). Teaching for historical literacy: Building knowledge in the history classroom. Routledge.

Elizabeth, Y., Karmilasari, Iklimah, S. E., & Herawati, N. (2023). School literacy movement and impact on students' reading interest. Jurnal Pendidikan & Pengajaran Guru Sekolah Dasar, 6(1), 129–132.

Fahruddin, F., Kurniawanti, M. R., Nurgiansah, T. H., & Gularso, D. (2025). Development of teaching materials for evaluating history learning to improve students’ critical thinking skills. Journal of Education and Learning (EduLearn), 19(1), 530–541.

Fauzi, M. R. (2021). Penggunaan graphic organizer untuk membandingkan perspektif historiografi pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 27(4), 450–465.

Firmansyah, H., Putri, A. E., & Hakim, L. (2022). Penguatan literasi sejarah untuk meningkatkan historical thinking peserta didik. Jurnal Artefak, 9(2), 93–102.

Fratikto, A. N. (2019). Analisis pelaksanaan gerakan literasi sekolah. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang.

Garvey, B., & Krug, M. (2015). Model-model pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Ombak.

Hamid, F. A. (2024). Literasi kritis dalam kurikulum merdeka: Strategi penerapan close reading. Kencana.

Hamzah, A. (2019). Etos kerja guru era industri 4.0. Literasi Nusantara.

Ilmi, N., Wulan, N. S., & Wahyudin, D. (2021). Gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2866–2873.

Lévesque, S. (2008). Thinking historically: Educating students for the twenty-first century. University of Toronto Press.

Lévesque, S., & Clark, P. (2018). Historical thinking: Definitions and educational applications. In S. A. Metzger & L. M. Harris (Eds.), The Wiley international handbook of history teaching and learning (pp. 117–148). Wiley.

Lipton, L., & Hubble, D. (2016). Sekolah literasi: Perencanaan dan pembinaan (F. Ferdinan, Trans.). Nuansa.

Masruroh, L. (2019). Penerapan model discovery dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Jurnal Artefak, 5(1), 9–18.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Mukti, A. J. N., & Permana, J. I. (2023). Membicarakan sejarah kontroversial. Sejarah dan Budaya, 17(1), 105–122.

Muzakki, A. (2023). Model debat historiografi untuk meningkatkan kemampuan argumentasi sejarah siswa. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 14(3), 190–205.

Nokes, J. D. (2022). Building students’ historical literacies (2nd ed.). Routledge.

Nugrahanto, S., & Zuchdi, D. (2018). Indonesia PISA result and impact on the reading learning program in Indonesia. In Proceedings of the International Conference on Interdisciplinary Language, Literature and Education (pp. 373–377).

Pajriah, S. (2019). Pemanfaatan metode resource based learning dalam pembelajaran sejarah. Jurnal Artefak, 3(2), 147–160.

Prasetya, T. A., & Harjanto, C. T. (2020). Pengaruh mutu pembelajaran online terhadap hasil belajar mahasiswa saat pandemi COVID-19. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 17(2), 188–197.

Rahmi, A., Nafis, A. I., Salsabiela, A., & Sumarni. (2023). Strategi meningkatkan kemampuan literasi dengan GLS. Renjana Pendidikan Dasar, 3(1), 37–41.

Suryani, L., & Nurmalisa, Y. (2022). Efektivitas problem-based learning dalam mengembangkan literasi kritis dan historical thinking skills. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 7(1), 321–330.

Widodo, H. (2020). Mengasah berpikir kritis siswa melalui analisis multi perspektif dalam materi konflik sejarah. Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(2), 110–125.

Wineburg, S. (2018). Why learn history (when it’s already on your phone). University of Chicago Press.

Yulianti, B. D., & Sukasih, S. (2023). School literacy movement program and its impact on students reading interest. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 56(3), 654–666. https://doi.org/10.23887/jpp.v56i3.68122

Yuliati, U., Maryuni, Y., & Djono, D. (2025). Paradigma baru pembelajaran sejarah. Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 11(2), 45–51.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.