PENGARUH RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANDAPHERANG KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2019

Daniel Akbar Wibowo, Laila Purnamasari

Abstract

Proses menua adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik dengan terlihat adanya penurunan fungsi organ tubuh. Proses penuaan membuat lansia lebih mudah mengalami gangguan tidur. Penanganan gangguan tidur dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu  secara farmakologi dan secara non farmakologi. Penatalaksanaan secara non  farmakologi adalah pilihan alternative yang lebih aman, yakni dengan cara rendam kaki air hangat. Manfaat air hangat adalah untuk membuat tubuh lebih rileks, menyingkirkan rasa pegal-pegal dan kaku di otot, dan mengantar agar tidur bisa lebih nyenyak. Peneliti menggunakan metode eksperimen kuasi. Populasi penelitian ini adalah lansia berumur 60-70 tahun sebanyak 30 lansia. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 30 lansia yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar lansia pada kelompok Kontrol yaitu memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 10 orang (66,7%) sedangkan Kualitas Tidur Kelompok Intervensi setelah Dilakukan Rendam Kaki Air Hangat Pada Lansia sebagian besar reponden memiliki kualitas tidur baik sebanyak 10 orang (66,7%) Berdasarkan hasil uji t-test diperoleh nilai hitung t hitung sebesar 24,261 dari nilai t tabel sebesar  2,624. Dari analisa tersebut bahwa Ha diterima atau ada pengaruh rendam kaki air hangat terhadap kualitas tidur pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis. Saran diharapkan bagi lansia dapat menjadi bahan pertimbangan untuk lansia untuk memperbaiki kualitas tidur yang buruk dengan cara menghindari kecemasan. 

Full Text:

PDF

References

Arikunto, (2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Arnot, (2014). Pustaka kesehatan Populer Pengobatan Praktis: Perawatan Alternatif dan Tradisional, volume 7. Jakarta: PT Bhuana Ilmu,

Azizah, (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Graha ilmu; Yogyakarta.

Bat jun. M.T. (2015). Pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan Tekanan darah Pada Lansia penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan kebun Jeruk Jakarta Barat. Jurnal Kerperawatan.http://digilib.esaunggul.ac.id/UEU. Diakses pada tanggal 02 Maret 2019

Data Statistik Jabar, (2018), Laporan Pendahuluan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta: BPS,BKKBN, Kemenkes

Djauzi, (2010).Tidur pada Lanjut Usia. Tersedia dalam http:// health.kompass.com Diakses pada tanggal 02 Maret 2019

Ebben & Spielman,(2014). The Effect of Distal Limb Warming on Sleep Latency. USA: Lawrence Erlbaum Associaties,

Fatmah, (2014). Merawat Manusia lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses. Jakarta: Bumi Aksara

Galea, Mellisa. (2014). Subjectivesleep quality in elderly: relationship toanxiety. Tersedia dalam http://www.kalbe.co.id. Diakses pada tanggal 02 Maret 2019

Guyton (2016). BukuAjar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC.

Hanifa, (2016). Hubungan Kualitas Tidur dengan Fungsi Kognitif Lansia di Manggaguna Jakarta Selatan. (Skripsi) Jakarta Selatan : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Hembing, (2015) Ensiklopedia Milineum, Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia: Jilid 1.Jakarta: PRESTASI

Indriana, (2012). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Intan A, (2010). Pengaruh Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi.Vol. 4 No. 2, Pasuruan: Medika Majapahit

Kadir, (2017) Proses menua. tersedia dalam http://subhankadir.wordpress.com Diakses pada tanggal 05 Maret 2019

Kemenkes (2017), Jumlah Lansia di Indonesia. www.depkes.go.id. Diakses pada tanggal 02 Maret 2019.

Kozier, Barbara (2014). Fundamentals of Nursing. consepts, process, and practice. New Jersey: Berman Audrey.

Kushariyadi (2010), Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia. Jakarta: Salemba Medika.

Lalage, (2015). Hidup Sehat Dengan Terapi Air.Yogyakarta: Abata Press.

Maas, L. Meridean. (2011). Asuhan Keperawatan Geriatrik: Diagnosis

Ningrum, (2012). Perbandingan Metode Hydrotherapy Massage dan Massage Manual Terhadap Pemulihan Kelelahan Pasca Olahraga Anaerobic Lactacid. Bandung, repository.uci.ac.id

Notoatmojo. (2010). Metodologi Peneltian Kesehatan Edisi Revisi. Jakarta :PT Rineka cipta.

__________ (2011). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta

Nugroho (2012). Kesehatan Lansia. Muha Medika, Yogyakarta

Pratiwi, R.P., (2010). Pengertian Kecemasan. Tersedia dalam http://psikologi.or.id. Diakses pada tanggal 02 Maret 2019

Potter & Perry, (2013) Fundamental keperawatan: konsep, proses, dan praktik. Edisi 7. Buku 2. Jakarta: Salemba Medika.

Putra, (2014). TipsSehat dengan Pola Tidur Tepat dan Cerdas. Yogyakarta : Buku Biru

Riduwan dan Akdon, (2013). Rumus dan Data dalam Analisis dan Statistik.Bandung : Alfabeta.

Sagala, (2011). Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta.

Simonson et al, (2014). How to try this: Evaluating Sleep Quality in Older Adults. American Journal of Nursing.

Stanley, (2016). Buku Ajar Keperawatan Gerontik, ed 2. Jakarta : EGC

Stanley, M dan Beare, P.G., (2014). Buku ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2. EGC. Jakarta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung; Alfabet.

Sustrani dkk, (2016). Hipertensi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Syarif (2015). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia. http:/ repiratory.usu.ac.id. Diakses pada tanggal 02 Maret 2019

Umah. K, (2014) Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Surabaya: Universitas Gresik.

Utami, (2015). Pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki Terhadap Insomnia Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur.(http://digilib.unisayogya.a c.id/id/eprint/241). Diakses pada tanggal 05 Maret 2019.

Vinencenz Priesnisz dan Pastor Sebastian Kneipp (2014), Hydrotherapy. Mosby,

WHO, (2017). Global life expectancy reaches new heights but 21 million face premature death this year, warns WHO. Tersedia dalam http://www.who.int/. Diakses pada tanggal 04 Maret 2019

Refbacks

  • There are currently no refbacks.