PENINGKATAN APRESIASI SISWA TERHADAP NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN MEDIA TRADISI SEDEKAH LAUT CILACAP

Sudarto Sudarto

Abstract


Penelitian bertujuan meningkatkan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal dengan dampak pengiringnya peningkatan hasil belajar sejarah. Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif tipe group investigation berbantu media tradisi sedekah laut Cilacap. Penelitian ini merupakan Classroom Action Research dengan tiga siklus tindakan. Prosedur kerja pelaksanaan tindakan melalui enam langkah GI dengan lima kegiatan yakni: 1) Apresiasi (langkah 1 GI); (2) eksplorasi (langkah 2 dan 3 GI); (3) elaborasi (langkah 4 dan 5 GI); (4) konfirmasi (langkah 6 GI); dan (5) penutup. Adapun teknik pengumpulan data yaitu; observasi, dokumentasi, wawancara, test, dan angket. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Islam Darul Ulum Cipari pada kelas X.IPS Tahun Ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan model kooperatif tipe GI dengan media tradisi sedekah laut efektif meningkatkan hasil belajar sejarah dari Nilai rata-rata 6,00 dengan ketuntasan hasil belajar 40,63% presentasi hasil prestasi 75,00% pada siklus I, mengalami peningkatan menjadi 7,08 dengan ketuntasan belajar 78,13% presentasi hasil prestasi 83,27% pada siklus II, dan meningkat kembali menjadi 7,88 dengan ketuntasan 93,75% presentasi hasil belajar 87,50%; (2) Penerapan pembelajaran ini meningkatkan apresiasi siswa, terlihat dengan presentase peningkatan skala sikap 84,37% (siklus I), menjadi 93,75% (siklus II), pada siklus III sebesar 96,88%.The research aims to increase students' appreciation of the values of local wisdom with the accompanying impact of increasing historical learning outcomes. The learning model used is a cooperative model with the type of group investigation assisted by the Cilacap sea alms tradition media. This research is a Classroom Action Research with three cycles of action. The work procedure for implementing the action goes through six GI steps with five activities, namely: 1) Appreciation (step 1 GI); (2) exploration (GI steps 2 and 3); (3) elaboration (steps 4 and 5 GI); (4) confirmation (step 6 GI); and (5) closing. The data collection techniques are; observation, documentation, interviews, tests, and questionnaires. Data analysis used quantitative and qualitative descriptive. The research was carried out at SMA Islam Darul Ulum Cipari in class X.IPS for the 2020/2021 Academic Year. The results showed: (1) The application of the GI type cooperative model with the sea alms tradition media effectively increased history learning outcomes from an average value of 6.00 with complete learning outcomes 40.63% presentation of achievement results 75.00% in the first cycle, experiencing an increase to 7.08 with 78.13% learning completeness presentation of 83.27% achievement results in the second cycle, and increasing again to 7.88 with 93.75% learning completeness presentation of 87.50% learning outcomes; (2) The application of this learning increases student appreciation, as seen by the percentage increase in the attitude scale from 84.37% (cycle I), to 93.75% (cycle II), in the third cycle it is 96.88%.

Keywords


Nilai-nilai Kearifan Lokal; Tradisi sedekah Laut; Kooperatif Tipe Group Investigation

References


Ali, Muhammad, 1987, Guru dalam proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Aman, 2011, Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta: Ombak.

Sadiman, Arief S., 1996, Media Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo.

Lestari, Tri Puji, 2013, Penggunaan Media VCD Tradisi Dama Nyili-nyili Masyarakat Tidore Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Kecintaan Siswa Terhadap Tradisi Lokal, Studi Pada Siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Tesis: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hamalik, Oemar. 2001, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Bandung: Bumi Aksara.

Ruyadi, Yadi. 2010, Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal (Penelitan terhadap Masyarakat Adat Kampong Benda Kerep Cirebon Provinsi Jawa Barat Untuk Pengembangan Pendidikan Karakter Di Sekolah). Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education,Join Conference UPI & UPSI Bandung Indonesia, 8-10 November 2010: 579.

Slameto, 2003, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Jakarta: Rineka Cipta.

Susanti, Retno, L.R. (2011, 26 s/d 27 Oktober), Membangun Pendidikan Karakter di Sekolah Melalui Kearifan Lokal, in Persidangan Dwitahunan FSUA-PPIK USM Padang. ePrints Sriwijaya University. Diakses 22 Juli 2013.

Sutarno, 2008. Pendidikan Multikultural. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Warsito, R., 2001, Upacara Sedekah Laut Masyarakat Nelayan Cilacap Sebagai Perspektif Historis Dalam Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah Dasar, Tesis; Uneversitas Negeri Jakarta.

Widja, I Gde, 1989, Dasar-dasar Pengembangan Strategi serta Metode Pengajaran Sejarah: Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ja.v8i2.6713

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Terakreditasi Peringkat 4 based on Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. SK : 23/E/KPT/2019 tentang Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah periode 4 tahun 2019