MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL CONTROVERSIAL ISSUES PADA PEMBELAJARAN IPS (Penelitian tindakan kelas VIII B SMP Negeri 2 Ciamis)

Edi Supriadi

Abstract


The purpose of this study is to determine the critical thinking skills of students in class VIII B of SMP Negeri 2 Ciamis, Indonesia which emerged through a controversial issue model in social studies learning. This study used a qualitative and quantitative approach. 33 students in class VIII B were taken as the subject of this study. The four stages of classroom action research were planning, action, observation, and reflection which carried out in two cycles, and each cycle consists of two meetings. The data collection techniques used tests, observations, documentation, and field notes. The data analysis techniques used qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the study were: 1) social studies learning by means of a controversial issue model includes four steps, namely: (a) the teacher or student presented a case or issue related to the learning to be carried out, (b) the teacher made a group of students so that they were able to discuss problems or issues that had been presented. (c) the group representatives either as the defenders or the attackers of an opinion on a controversial issue, (d) then the teacher and students concluded and gave suggestions from the activity. 2) the implementation of the controversial Issue model in social studies learning could improve students' critical thinking skills. This can be seen from the average ability developed by each action reached 12.8 which was enough categories in cycle I, then changed to 16.8 which was good categories in cycle II. Keywords: Critical Thinking, Controversial Issues, Social Studies LearningABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ciamis yang muncul melalui model controversial issues dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ciamis yang berjumlah 33 orang. Empat tahapan penelitian tindakan kelas meliputi: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, studi dokumen dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang di peroleh adalah: 1) Bahwa pembelajaran IPS dengan menerapkan model controversial issue meliputi empat langkah yaitu : (a) guru atau siswa menyodorkan suatu kasus atau isu yang berkaitan dengan pembelajaran yang akan di laksanakan, (b) guru membentuk kelompok siswa agar mampu membahas masalah atau isu yang telah di sajikan. (c) perwakilan kelompok dapat menjadi pembela atau penyerang suatu  pendapat tentang isu kontroversial di sertai alasan. (d) kemudian guru dan siswa menyimpulkan serta memberi saran terhadap pembelajaran yang telah terjadi. 2) Implementasi model controversial Issue dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kemampuan yang dikembangkan setiap tindakan mencapai 12,8 berkategori cukup pada siklus I, kemudian berubah menjadi 16,8 berkategori baik pada siklus II. Kata kunci : Berpikir Kritis, Controversial Issues, Pembelajaran IPS

Full Text:

PDF

References


Angkasa, A., Rusyana, A., & Erlin, E. (2019). Penerapan model pembelajaran open ended problems terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Wahana Pendidikan, 5(2), 1-4.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT Rineka Cipta.

BSNP. 2006. Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Eggen, P. D. & Kauchak, D. P. (1996). Strategies for Teacher: Teaching Content and Thinking Skills. Boston: Allyn & Bacon.

Ennis, R. H. (1985). Goals For A Critical Thinking Curriculum, Developing Minds: A Resource Book For Teaching Thinking.Virginia: ASCD.

Harjasujana. (1987).“Membaca 2”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hasan. (1996). Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial. Bandung: Jurusan Sejarah IKIP.

Kemmis, S., & Taggart, R. (1988). The Action Planner (Geelong, Deakin University Press).

Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung : PT. Refika Aditama

Lickona, T. (2012). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Munandar, U. (1999). Kreativitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Paul, Richard & Elder, L. (2005). The Miniature Guide to Critical Thinking ”CONCEPTS & TOOLS”. The Foundation of Critical Thinking. California.

Percivall & Ellington (1988). Teknologi Pendidikan. Jakarta : Erlangga.

Roestiyah. (2008). Stategi Belajar Mengajar.Jakarta:PT. Rineka Cipta.

Saidihardjo. (2005). Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: FIP IKIP Yogyakarta.

Sapriya. (2012). Pendidikan IPS Konsep dan pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset.

Saripudin, D., & Komalasari, K. (2015). Living values education in school’s habituation program and its effect on student’s character development. The New Educational Review, 39(1), 51-62.

Solihatin, E. (2012). Cooperative Learning, Analisis Model PembelajaranIPS. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Sulistyorini. (2009). Evaluasi Pendidikan: dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, Yogyakarta: TERAS

Sumaatmaja. (1980). Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan Sosial, Bandung : Alumni.

Wiriaatmadja, R. (2002). Pendidikan Sejarah di Indonesia: Perspektif Lokal, Nasional, dan Global. Historia Utama Press, Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS, Universitas Pendidikan Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v7i1.3229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 

Indexing: