Kajian Etnopaedagogik Piodalan Ageng di Desa Adat Penglatan

Susantha Putu harimbawa, I Nengah Bawa Atmaja, Putu Sanjaya

Abstract


 Penelitian ini mengeksplorasi Piodalan Ageng (ritual besar pura desa) di Bali sebagai living curriculum berbasis konsep Desa Drsta (tatanan kosmologis), menggunakan pendekatan kualitatif reflektif. Sumber data penelitian diantaranya sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Fokusnya pada: (1) Proses etnopedagogik ritual sebagai aktualisasi nilai melalui dinamika simbolik, naratif, dan performatif lintas generasi; (2) Mekanisme internalisasi nilai karakter (religiusitas, ayahan banjar (gotong royong), etika sosial berbasis dharma) dari persiapan hingga sineb (37 hari), khususnya transformasi kesadaran generasi muda. Metode melibatkan observasi partisipan mendalam, wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat multigenerasi, analisis dokumen adat, serta triangulasi. Temuan kunci: Piodalan Ageng mengintegrasikan empat dimensi etnopedagogik holistik: Spiritual-religius (mantra, persembahan, penyucian diri); Seni-budaya sakral (kreasi estetis bernuansa religius); Sosial-kolektif (penguatan kohesi sosial lewat ayahan banjar); Etika-susila (kedisiplinan, kejujuran, keselarasan norma adat-religius). Kesimpulan utama: Ritual ini berfungsi sebagai wahana transformatif pembentuk karakter, di mana keterlibatan prosedural (partisipasi aktif) dan refleksi konseptual menjadi kunci efektivitas transmisi nilai. Penelitian mengidentifikasi faktor pendukung/hambatan pembelajaran kultural dan mendukung revitalisasi pendidikan berbasis kearifan lokal Bali dengan memanfaatkan mekanisme kultural yang teruji.

Keywords


Ethnopaedagogic, Piodalan Ageng, Traditional Village

References


Adila, V. M. (2024). Mengenal Tradisi Odalan: Pengertian, Sejarah, Makna, Hingga Tahapan Ritual. Diakses dari https://www.gramedia.com/best-seller/tradisi-odalan/ pada 24 Januari 2025.

Adnan, G. (2020). Sosiologi agama: memahami teori dan pendekatan. Ar-raniry Press.

Arafat, Y. Y., Irfandi, I., & Ramlah, U. (2022). Representasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Tradisi Ngayah (Budaya Bali) Di Kota Palu. Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu, 13(1), 95-102.

Ardhana, I. K., Wardi, I. N., & Bawono, R. A. (2022). Tradisi, Masyarakat Multikultural, Dan Pancasila Di Bali. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, & Budaya (Vol. 1, pp. 109-124).

Aryani, N. L. (2020). Tata susila dalam ajaran agama Hindu. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja.

Astajaya, I. K. M., & Ria, N. M. A. E. T. (2021). Pendidikan Multikultur Dalam Aktivitas Keagamaan Di Konco Pura Taman Gandasari Desa Dangin Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara Provinsi Bali. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 3(1), 44-57.

Astrid, K., Gata, I. W., & Dewi, N. M. E. K. (2025). Kajian Teologi Hindudi Pura Bukit Kencana Mas Desa Penglatan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. SWARA WIDYA: Jurnal Agama Hindu, 5(1).

Azmi, Y. A. (2020). Makna dan Fungsi Ritual Upacara Piodalan Umat Hindu di Pura Jala Siddhi Amerta Juanda Sidoharjo [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Baihaqi, M. K. (2019). Piodalan sebagai bagian Dewa Yadnya [Catatan kuliah]. Universitas Hindu Indonesia.

Budiadnyana, A. (2022). 5 Jenis Persembahan Suci dalam Hindu, Wajib Dilaksanakan! Diakses dari https://bali.idntimes.com/science/discovery/ari-budiadnyana/jenis-panca-yadnya-hindu-c1c2 pada 19 Desember 2024.

Budianto, A. (2023). Upacara Piodalan Pura Segara Wukir di Kanigoro. Diakses dari https://desakampung.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/1908-Upacara-Piodalan-Pura-Segara-Wukir-di-Kanigoro pada 14 Januari 2025.

Dhika, I. P. G. J., Sudarsana, I. M., & Sukadana, I. W. (2022). Tari Joged Bumbung Pingit dalam Upacara Piodalan di Pura Dalem Sasih, Banjar Sasih Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan (Nilai-nilai Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu). Widyanatya, 4(1), 80-89.

Dwiartawan, I. G. A. (2020). Nilai Pendidikan Agama Hindu Yang Terkandung Dalam Upacara Muspa Rayunan Pada Pura Pemaksan Desa Di Banjar Paketan. WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 129-137.

Getas, I. W. (2023). Pendidikan Keluarga Berbasis Nilai-nilai Agama Hindu Berbudaya Bali dalam Peningkatan Kualitas Remaja di Dusun Eyat Kandel Desa Suranadi Kecamatan Narmada. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(01), 62-70.

Giri, I. P. A. A., Girinata, I. M., & Dwipranata, K. A. Y. (2022). Upacara Piodalan sebagai Media Pendidikan Sosial Religius-Ekonomi (Kajian Fenomenologi). Sphatika: Jurnal Teologi, 13(2), 175-185.

Girinata, I. M. (2020). Ideologi Penggunaan Ketupat Krosok dalam Upacara Yadnya Umat Hindu (Studi Di Desa Bengkel Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 3(2), 201-225.

Hanik, U. (2019). Interaksi Sosial Masyarakat Plural Agama. Sufiks.

Hanyfah, S., Fernandes, G. R., & Budiarso, I. (2022, January). Penerapan metode kualitatif deskriptif untuk aplikasi pengolahan data pelanggan pada car wash. In Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi (SEMNAS RISTEK) (Vol. 6, No. 1).

Karmini, N. W., & Paramartha, W. (2019). Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Tari Sanghyang Manik Geni Di Pura Serayu Desa Adat Canggu, Kuta Utara-Badung. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 341-348.

Kemenag Gianyar. (2024). Menyelami Sejarah Desa Pakraman dan Pura Kahyangan Tiga melalui Sirogi. Diakses dari https://bali.kemenag.go.id/gianyar/berita/57821/menyelami-sejarah-desa-pakraman-dan-pura-kahyangan-tiga-melalui-sirogi pada 20 Februari 2025.

Khairally, E. T. (2022). Kisah, Sejarah, dan Silsilah dari Mpu Kuturan. Diakses dari https://www.detik.com/bali/bali-bungah/ kuturan pada 10 Januari 2025.

Khotimah. (2013). Agama Hindu dan Ajaran-ajarannya. Daulat Riau.

Lestari, P. U. S., & Jayantiari, I. G. A. M. R. (2022). Analysis of Customary Village Law Enforcement in Joint Decree (SKB) Sampradaya Non-Dresta. Indonesian Journal of Multidisciplinary Science, 2(3), 2141-2150.

Mardika, M., Pratama, G. N. J., & Sutriyanti, N. K. (2023). Nilai Susila dalam Susastra Hindu dan Implementasinya pada Kehidupan Sehari-Hari. Sphatika: Jurnal Teologi, 14(2), 151-164.

Mirhan, H. A. M. (2014). Agama dan beberapa aspek sosial. IAIN Antasari Press.

Muzakkir, M. (2021). Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal. JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian, 2(2), 28-39.

Natih, I., Nyanadeva, K., & Metta, N. N. N. (2016). Agama Hindu: Sejarah, Sumber, dan Ruang Lingkup. Universitas Indonesia.

Nurmansyah, G., Rodliyah, N., & Hapsari, R. A. (2019). Pengantar Antropologi sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. CV. Anugrah Utama Raharja.

Rahmat, A., & Adiani, R. (2015). Pengantar sosiologi agama. LPP Press Universitas Negeri Jakarta.

Sagara, I. N. (2017). Dimensi Tradisional dan Spiritual Agama Hindu. Dalam A. Rosidi, Asnawati, Kustini, R. Ulum, M. N. Nuh, Reslawati, ... & W. Sugiyarto (Ed.), Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI (hlm. 3). Jakarta.

Samiadi, T. (2021). Persepsi Masyarakat Mengenai Keberadaan Pura Puseh Di Desa Bali Sadhar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten Way kanan. Jurnal Pendidikan Agama, 11(1), 44-54.

Sariyani, N. N. (2020). Tradisi Ngawas Dalam Upacara Piodalan Ageng Di Pura Desa, Desa Pakraman Ambengan. Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu, 3(1), 15-27.

Setiyani, W. (2021). Studi ritual keagamaan. Pustaka Idea.

Sri, N. I. (2019). Pengantar Antropologi Agama. Harakindo Publishing.

Suadnyana, I. B. P. E. (2020). Desa Pakraman sebagai Lembaga Adat dan Lembaga Agama bagi Kehidupan Masyarakat Hindu di Bali. Dharma Duta, 18(1), 21-32.

Sudiarta, D. M., & Nerawati, N. G. A. A. (2023). Eksistensi Pura Kahyangan Tiga di Desa Adat Penarukan Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 26(1), [tidak ada halaman].

Sudibya, D. G., Nohana, A. S., & Cisquita, E. L. (2023, January). Patterns for Settlement of Traditional Disputes and Provision of Values for Sure and Justice According to Catur Dresta in Bali Traditional Law. In 3rd International Conference on Business Law and Local Wisdom in Tourism (ICBLT 2022) (pp. 647-652). Atlantis Press.

Sugiarta, I. P. (2022). Religiusitas Magis Pura Taman Sari Desa Adat Sandakan Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(2), 67-80.

Sukrawati, N. M. (2019). Acara Agama Hindu. Unhi Press.

Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. Edu Research, 5(3), 110-116.

Suradarma, I. B. (2019). Pendidikan agama hindu sebagai landasan pendidikan moral dan etika. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 3(1), 16-36.

Tani, I. T., & Ningsih, W. L. (2024). Sejarah Pura Kahyangan Tiga di Bali. Diakses dari https://www.kompas.com/stori/read/2024/04/20/090000879/sejarah-pura-kahyangan-tiga-di-bali?page=all pada 10 Februari 2025.

Taufan, A., Nendissa, J. I., Sinurat, J., Bormasa, M. F., Tita, H. M. Y., Surya, A., ... & Nuraeni, A. (2023). Kearifan Lokal (Local Wisdom) Indonesia. Widina Media Utama.

Tim Mimbar Hindu. (2020). Yadnya. Diakses dari https://kemenag.go.id/hindu/yadnya pada 19 Desember 2024.

Tresnawati, N. K. R. (2024). Mengenal Odalan atau Piodalan, Upacara Peringatan Suci Menurut Hindu di Bali. Diakses dari https://www.detik.com/bali/budaya/d-7154556/mengenal-odalan-atau-piodalan-upacara-peringatan-suci-menurut-hindu-di-bali pada 12 Januari 2025.

Umum. (2002). Kesenian Wali Kesenian Sakral. Diakses dari https://www.denpasarkota.go.id/berita/kesenian-wali-kesenian-sakral pada 18 April 2025.

Wahyuningsih, I. (2025). Suara Genta dalam Ritual Persembahyangan Melasti oleh Umat Hindu di Blitar, Jawa Timur. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik, 5(1), 23-34.

Wibisono, M. Y. (2020). Sosiologi agama. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Wira, I. A. D. (2021). Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Rsi Gana Di Desa Sumita, Gianyar. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu, 12(2), 76-93.

Wiranata, A. G., & Sarma, N. (2023). Seni dalam Upacara Dewa Yadnya Umat hindu di Kota Palangkaraya. Widya Katambung, 14(2), 117-131.

Witarni, N. P. (2024). Konsep Yadnya Dalam Mahabharata. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 4(2), 215-224.

Wiyani, K. (2024). Tinjauan Semiotika Makna Simbolik Warna Dalam Ritual Hindu di Bali. ŚRUTI: Jurnal gama Hindu, 5(1), 62-72.

Yongky. (2024). Pemkab Lumajang Dukung Persiapan Matang Piodalan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Diakses dari https://portalberita.lumajangkab.go.id/main/baca/aXGNgZRr pada 14 Januari 2025.

Zafar Sidik. (2021). Seni Sakral, Kesenian Agama Hindu Yang Merupakan Peninggalan Leluhur. Diakses dari https://www.ketiknews.id/ragam-indonesia/pr-3012279038/seni-sakral-kesenian-agama-hindu-yang-merupakan-peninggalan-leluhur pada 18 April 2025.

Zulkipli. (2008). Antopologi Sosial Budaya. Shiddiq Press Bangka dan Grha Guru.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jwp.v12i2.19290

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 

Indexing: