Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Kinerja pada Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif pada KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya)

Ruhana Afifi, Mulatsih Sri Utami, Asep Hamjah Taupik, Deding Ishak, Helmawati Helmawati, Wahyu Satya Gumelar

Abstract


Transformasi digital di bidang pendidikan telah mengubah manajemen dan pengelolaan kinerja guru, dengan digitalisasi kinerja sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) digitalisasi kinerja guru sekolah dasar di KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan telah dilakukan melalui penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan SOP digital, tetapi masih berfokus pada pemenuhan administrasi; (2) pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian peran dan struktur kerja, namun koordinasi dan kejelasan tanggung jawab belum sepenuhnya terintegrasi; (3) pelaksanaan dilakukan melalui penggunaan aplikasi SIMPKB, e-Kinerja, dan Ruang GTK dengan dukungan kepala sekolah dan kolaborasi guru, meski kedisiplinan input data masih dipengaruhi beban kerja dan pemahaman teknis; serta (4) pengawasan dilakukan melalui monitoring, evaluasi, validasi, dan audit data digital, namun lebih menekankan kelengkapan data daripada peningkatan kinerja reflektif. Secara keseluruhan, digitalisasi telah berjalan, tetapi orientasinya masih administratif sehingga belum sepenuhnya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme guru. Implikasinya, digitalisasi kinerja guru perlu dikelola secara strategis dan kolaboratif, berbasis data untuk pengembangan profesional dan peningkatan kualitas kinerja, didukung SOP reflektif, pemerataan TIK, serta pelatihan berkelanjutan agar tidak sekadar bersifat administratif.

Keywords


Digitalisasi pendidikan, Kebijakan publik, Pengelolaan kinerja guru, Manajemen pendidikan, Sekolah dasar.

References


Altariusta, A., & Zuripal, Z. (2025). Persepsi guru terhadap digitalisasi pengelolaan kinerja di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(1), 45–58. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpdi

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008

Handayani, S. (2019). Kegagalan perencanaan berbasis kebutuhan dalam digitalisasi pendidikan: Studi kasus di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(2), 120–135.

Hasibuan, M. S. P. (2019). Pengawasan digital di sektor pendidikan: Tantangan dan peluang. Jurnal Administrasi Pendidikan, 26(1), 45–60.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan. https://jdih.kemdikbud.go.id/peraturan/21-2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Kebijakan transformasi digital dalam sistem pendidikan nasional. https://pustaka.kemdikbud.go.id/kebijakan-transformasi-digital-2023

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Pendidikan. https://jdih.kemdikbud.go.id/peraturan/12-2024

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2022). Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN. https://jdih.menpan.go.id/peraturan/6-2022

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2024). Peraturan Menteri PANRB Nomor 22 Tahun 2024 tentang Penilaian Kinerja Organisasi Pemerintah. https://jdih.menpan.go.id/peraturan/22-2024

Mazmanian, D. A., & Sabatier, P. A. (1983). Implementation and public policy. Scott, Foresman.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Mulyasa, E. (2022). Manajemen berbasis sekolah di era digital. PT Remaja Rosdakarya.

Olayiwola, S. (2024). Sistem digital sebagai inovasi positif bagi guru: Studi persepsi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Internasional, 15(2), 78–92.

Prasetyo, A. (2021). Kedisiplinan input data digital guru: Tantangan dan strategi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 28(3), 150–165.

Rahmawati, E. (2023). Kesenjangan kemampuan digital guru di wilayah semi-perifer. Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 45–60. https://doi.org/10.23887/jpi-undiksha.v9i1.12345

Rahmawati, E., & Suryadi, A. (2021). Tujuan digitalisasi kinerja guru: Persepsi dan implementasi. Jurnal Manajemen Pendidikan, 6(2), 110–125.

Sari, D., & Nugroho, B. (2022). Pendelegasian wewenang dalam technology acceptance model untuk guru. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(4), 180–195.

Sutrisno, E. (2020). Implementasi sistem digital kinerja guru di satuan pendidikan. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(3), 300–312.

Terry, G. R. (1974). Principles of management (6th ed.). Richard D. Irwin.

Venkatesh, V., & Davis, F. D. (2000). A theoretical extension of the technology acceptance model. Management Science, 46(2), 186–204. https://doi.org/10.1287/mnsc.46.2.186.11926

Wibowo, A. (2020). Struktur kerja digital dalam implementasi sistem digital pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 27(2), 90–105.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jwp.v13i1.22771

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 

Indexing: