Sinkretisme Nilai Islam dan Adat Lokal dalam Kesenian Gembyungan pada Tradisi Nyangku di Panjalu, Ciamis

Iis Aisah, Sri Pajriah, Aan Suryana

Abstract

The Gembyungan performing art in the Nyangku tradition of Panjalu, Ciamis, reflects the interaction between Islamic values and local Sundanese culture that has been maintained across generations. This study aims to analyze the forms of syncretism between Islamic values and local customs in Gembyungan and its function as a medium of cultural harmonization in the dissemination of Islamic teachings. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving cultural figures, Gembyungan performers, and community representatives. Data were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings reveal four forms of syncretism: the integration of Islamic and local elements in musical instruments, the adaptation of Al-Barzanji verses to Sundanese vocal styles, the interpretation of heirloom purification as spiritual self-purification, and the religious interpretation of the ritual's timing. Gembyungan also functions as a medium for Islamic preaching, social solidarity, cultural-religious regeneration, and harmonization between Islam and local customs. The study shows that Gembyungan serves as a cultural medium that supports the continuity of local identity and Islamic values.

Keywords

Gembyungan; Nyangku tradition; syncretism; Islamic values; local culture; cultural harmonization

Full Text:

PDF

References

Fahmi, R. F. M., Gunardi, G., & Mahzuni, D. (2017). Fungsi dan mitos upacara adat Nyangku di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Panggung, 27(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v27i2.261

Supriatna, R. N., & Supriatna, N. (2023). Pelestarian kesenian Gembyung di Padepokan Dangiang Dongdo Kabupaten Subang. SWARA: Jurnal Antologi Pendidikan Musik, 3(3). https://doi.org/10.17509/swara.v3i3.31407

Asrini, T. P. (2021). Kesenian Gembyungan pada upacara Nyangku di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. UNIEDU: Universal Journal of Educational Research, 2(3), 114–128.

Jauhari, H. (2018). Makna dan fungsi upacara adat Nyangku bagi masyarakat Panjalu. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(2), 197–210. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3822

Sujaya, K. (2018). Implementasi upacara adat Nyangku di Situs Situ Lengkong Panjalu. Jurnal Artefak, 5(2), 49–54.

Ismail, [inisial belum teridentifikasi], & Nurfadilah, [inisial belum teridentifikasi]. (2021). [Judul Dedi. (2026). Gembyungan di masyarakt.

Nana. (2026). Wawancara Gembyungan.

Ono, H. (2026). Wawancara Islam di panjalu, dan Tradisi Nyangku.

Zaini, A. (2018). Peranan Dakwah Dalam Proses Pengembangan Masyarakat Islam. Hikmah, 12(1), 90. https://doi.org/10.24952/hik.v12i1.854

sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Koentjaraningrat. (1990). [Judul sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Mulder, N. (1983). [Judul sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Ros, N., & Zarrina, Z. (2015). [Judul sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Geertz, C. (1960). [Judul sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Sunandar, [inisial belum teridentifikasi]. (2023). [Judul sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Munsyid, [inisial belum teridentifikasi]. (2024). [Judul sumber belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Lestari, S., & Yunita, Y. (2025). Sinkretisme budaya Islam dan budaya lokal Nusantara dalam memperkokoh hubungan masyarakat. [Nama jurnal belum teridentifikasi dari dokumen skripsi].

Refbacks

  • There are currently no refbacks.