Peran Mohammad Syarif dalam Surat Kabar Asing Masa Revolusi 1945 – 1947 di Kota Padang

Riad Rahmat, Buchari Nurdin, Meri Erawati

Abstract

This study examines Mohammad Syarif’s role in the dynamics of the Physical Revolution in Padang City during 1945–1947, particularly the Olo Incident in November 1945. It aims to analyze his role in mobilizing youth resistance in Koto Marapak and its surroundings and to compare his representation in contemporary Dutch newspapers with that in Indonesian local historiography. The study employs the historical method, comprising heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, drawing on Dutch-language newspapers, contemporary records, and local historical literature. The findings reveal differences in the portrayal of Mohammad Syarif. Dutch newspapers tended to frame youth resistance from a colonial security perspective, emphasizing radicalism, violence, and threats to Europeans. In contrast, Indonesian local historiography portrays him as a mass mobilizer and a driving force behind the youth struggle in Koto Marapak and Ujung Pandan to defend independence. These differences demonstrate that the historical meaning of an action is shaped by perspective, interests, and the context in which narratives are constructed. This study contributes to the historiography of the Indonesian Revolution by expanding historical inquiry to the local level and highlighting the importance of critically examining colonial sources and local historiography to produce a contextualized and balanced reconstruction of the Olo Incident.

Keywords

Mohammad Syarif; youth; Dutch newspapers

Full Text:

PDF

References

Abbas Bakrie, dkk. Sejarah Mempertahankan Kemerdekaan Sumatera Barat dan Riau 1945–1949. 1991.

Adaz, Marshalleh, dkk. Nilai Sejarah Tugu Monumen Perjuangan Kota Padang. 2017.

Algra, H. “Friesrh Dagblad.” Leeuwarden, 1948, hlm. 11.

Alamsyah. “Kontribusi Arsip dalam Rekonstruksi Sejarah (Studi di Keresidenan Jepara dan Tegal Abad ke-19).” Anuva, 2, no. 2 (2018): 153–163. https://doi.org/10.14710/anuva.2.2.153-163.

Alfatiana, Lesta, dan Ayu Wulandari. “Di Balik Layar Penyelundupan: Tokoh-Tokoh dalam Perdagangan Gelap Pemerintah Republik di Singapura.” 2022.

Amura, H. Perjuangan untuk Kemerdekaan: Sumatera Barat dalam Revolusi Nasional Indonesia, 1945–1950. 1985.

Aneta A.N.P. Leven en Kerken te Padang. 1946.

Angkatan 45 Dewan Harian Cabang Kotamadya Padang. Ringkasan Sejarah Perjuangan Republik Indonesia di Padang dan Sekitarnya. Tanpa tahun.

Arnhemsche Courant. “Asfuwelijke Moord op 21 Europanen te Padang.” D. Henny, 1947, hlm. 2.

Azwar, Datuk Mangiang. Kenang-Kenangan dari Dullah Busai. Padang, 1985.

Ben, Aderson. Revolusi Pemuda. 1988.

Benni, dkk. Riwayat Hidup dan Perjuangan Mohammad Syarif. Bidang Sejarah dan Nilai Tradisional, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, 1996/1997.

Buchari, Nurdin. Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat 1945–1950. IKIP Padang, 1976.

“Brieven uit Indië.” Vrijdag, 1946, hlm. 4.

Elvira, Maiza. “Bandit-Bandit Revolusi: Kekerasan terhadap Rakyat Sipil Selama Perang di Sumatera Barat 1945–1949.” Al-Qalam: Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya 25, no. 3 (2020): 583–590.

Geenen, Ronny. “Padang: Indische Moordpartij aan de Djalan Olo.” Indo World, 2021. https://web.archive.org/web/20190404132305/https://myindoworld.com/bersiap-masacre-in-padang-west-sumatra-nederlandse-versie/

Gottschalk, Louis. Understanding History: A Primer of Historical Method. 1964.

Gottschalk, Louis. Mengerti Sejarah: Pengantar Metode Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1969.

Hagen, Piet. Perang Melawan Penjajah 1510–1975. 2018.

Handayani, Revi. “Hizbullah Kuranji di Front Padang Area.” Dalam Sejarah Kota Perjuangan Padang, 2021.

Hendi Jo. “Masa Bersiap dan Ironi Belanda.” Historia.id. Tanpa tahun.

Heijmans-van Bruggen, Mariska. Buku Harian Mengungkap Kondisi Hindia Belanda Selama Pendudukan Jepang: Buku Harian yang Ditulis di Bangkinang. 2004.

Het Nieuwsblad van het Zuiden. “Padang de Droetgeestigste Stad op Sumatera.” Dagblad voor Tilburg, 1946, hlm. 1.

Hidayat, Fahmi. “Peranan Laskar Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO) dalam Revolusi Indonesia 1945–1949.” Sejarah, 3 (2019).

Hutagalung, R. Batara. Indonesia Tidak Pernah Dijajah. 2017.

Hutagalung, Albertus, dan Gusti Asnan. “Upaya Pemenuhan Kebutuhan Logistik Pertahanan pada Masa Revolusi di Sumatera Barat.” 2024.

Idris, Soewardi. Pengalaman Tak Terlupakan Pejuang Kemerdekaan Sumbar Riau. Jakarta: Yayasan Pembangunan Pejuang 1945 Sumatera Tengah, 2001.

Idrian, Idroes Sulaiman. Peran BPPI di Padang Kota Perjuangan. 1990.

“Indische Courant.” 1949.

Jaya, Alan Kurnia. “Achmad Mochtar dalam Tragedi Vaksin Maut Romusha 1944–1945 dalam Berbagai Surat Kabar Belanda.” 2025.

Kahin, Audrey R. Pergolakan Daerah pada Awal Kemerdekaan. 1990.

Mestika Zed. Ahmad Husein: Perlawanan Seorang Pahlawan. 1990.

Mestika Zed. Kota Padang Tempo Doeloe (Zaman Kolonial). 2009.

Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.

Mestika Zed. Sejarah Perjuangan Kemerdekaan 1945–1949 di Kota Padang dan Sekitarnya. 2002.

Mestika Zed dan Hasril Chaniago. Perlawanan Seorang Pahlawan: Ahmad Husein. 2001.

Muhammad, Nabil Hamadan. “Hotel Oranje Padang: Kilas Balik Kemewahan Tempo Doeloe yang Tak Banyak Diketahui.” Sumbar Kita, 2025.

“Menscheljkeid Ga Niet Verloren.” Nieuwe Amsterdam Courant, 1945, hlm. 1.

“Molestatie Chineezen te Padang.” Nieuwe Courant, 1946, hlm. 1.

“Interniran Bangkinang naar op Stad Padang.” Nieuwe Courant, 1946, hlm. 1.

Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Padang. 326 Tahun Padang Kota Tercinta. PT Buana Lestari, 1995.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.